25 Feb 2024

Kaleidoskop

Cerita Perubahan

2023

“Saya ingin bermanfaat bagi orang lain. Tidak menyusahkan orang lain dengan hambatan saya.”

Dengan penuh semangat dan percaya diri, Muqit seorang pelajar dengan disabilitas daksa menunjukan keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain. Muqit adalah satu dari satu juta lebih anak dan orang dewasa yang menjadi bagian dari cerita perubahan bersama Save the Children Indonesia pada tahun 2023.

Sepanjang tahun 2023, dengan dukungan berbagai mitra, melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak, kami telah berhasil membawa perubahan positif bagi lebih dari satu juta orang, termasuk anak-anak di 1.877 desa di 16 provinsi di Indonesia. Sementara itu, dalam periode rencana strategis Save the Children Indonesia 2022-2024, program-program kami telah tersebar di 3.179 desa di 21 provinsi.

Tahun 2023 telah berakhir dan menyisakan kisah bagi kita. Tahun dengan penuh tantangan. Namun, seperti halnya Muqit, di balik setiap tantangan juga membawa semangat perubahan yang menginspirasi kita semua.

Inilah edisi spesial buletin Save the Children Indonesia, Kaleidoskop Cerita Perubahan. Kami mengajak anda menjelajahi serangkaian cerita inspiratif –  tentang perubahan, kolaborasi, dan perjuangan tidak menyerah terhadap keterbatasan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak di Indonesia.

Temukan cerita inspiratif lainnya, seperti semangat kebaikan Muqit.

Selamat membaca.

Kesehatan & Gizi

Shauma Tak Lagi Stunting, Kolaborasi Orangtua dan Kader Berbuah Hasil

Shauma, anak usia 19 bulan di sebuah desa di Sumedang, Jawa Barat, pernah dikategorikan stunting. Perubahan itu akhirnya terjadi lewat upaya kolaboratif berbagai pihak di desa.

Belajar dari Dokter Kecil, Ratna Ubah Kebiasaan Sikat Gigi dan Cuci Tangan

Ratna biasanya cuci tangan dan sikat gigi setiap hari sekadarnya saja. Setelah menyimak pesan dari kawannya, dokter kecil di sekolah, ia mulai mengubah kebiasaan tersebut.

Sadari Kesehatan Gigi, Faiz dan Ibunya Tekun Membangun Kebiasaan Baik

“Awalnya, saya merasa sedikit terbebani dengan pengisian logsheet setiap hari. Tapi seiring berjalan waktu, ini menjadi semacam ritual yang membantu kami lebih sadar akan kebersihan,” tutur ibu Faiz.

Suara Kecil, Perubahan Besar: Inisiatif Ringgo Membuka Jalan Pembangunan Jamban

Ringgo memprotes kebiasaan di keluarganya yang buang air besar di sekitar rumah. Orang tua Ringgo semakin tergerak untuk memiliki jamban.

Dari Konferensi ke Riset, CYAN Suarakan Isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja

Bermula dari konferensi Commission on the Status of Women, anak-anak dan orang muda CYAN ikut melakukan riset persepsi remaja terhadap kesehatan reproduksi dan seksual serta kesehatan mental.

Annisa Membuat Jamban Bertahap dengan Pinjaman VSLA

Annisa dan warga lain biasanya mengandalkan jamban cemplung di sungai. Sebagai ketua kelompok VSLA, Annisa mengaku malu jika tak memiliki jamban septik tank sendiri.

https://www.youtube.com/watch?v=nIpAMhRsTak

Inisiatif Anak-Anak Sumba Barat Mendorong Penyediaan Air Bersih di Desa

Pendidikan

Setahun Belajar di Tenda dan Gazebo, Kisah Riyan, Salwa, dan Zahra Pascagempa Cianjur

Cita-cita besar membuat Riyan, Salwa, dan Zahra tetap bersemangat sekalipun harus berpindah-pindah tempat belajar. Selama setahun pasca bencana gempa Cianjur 2022, mereka belajar di tenda hingga gazebo.

Bunga dan Wulan di depan peta evakuasi dan risiko bencana di sekolah

Apa yang Harus Kita Lakukan Saat di Sekolah dan Terjadi Gempa? Bunga dan Wulan Punya Jawabannya.

Bunga dan Wulan mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana dari sekolahnya, yang mengikuti program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Sekalipun bencana alam tidak dapat diprediksi, mereka kini tahu bagaimana cara menyelamatkan diri jika gempa terjadi.

Muqit Bangkit Kembali dan Berkarya melalui Program Kesiapan Kerja

Muqit, siswa dengan disabilitas daksa di Jawa Barat,  pernah merasa tidak percaya diri dan sulit bergaul. Atas dukungan keluarga, sekolah, dan Program Kesiapan Kerja, dia belajar mengenali diri dan mengelola stres.

Usaha Berkembang, Kebutuhan Sekolah Terpenuhi, Anak Fega Lebih Percaya Diri

Setelah mendapatkan bantuan modal usaha, Fega mendapatkan penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sekolah anaknya, RD yang disabilitas. Dukungan ini berpengaruh terhadap prestasi RD di sekolah.

https://www.youtube.com/watch?v=qwp1mgdnrKw

Kisah Nadila dan Pirman Menyiapkan Diri Menghadapi Dunia Kerja

Perlindungan Anak

Kisah Diva dan Lionel, Menumbuhkan Semangat Belajar bersama Teman-Teman di Desa

Kiprah kelompok PATBM tidak selalu soal isu kekerasan anak. Di desa tempat Lionel dan Diva tinggal, para pengurus PATBM mengaktifkan lagi kelompok belajar untuk membantu anak-anak memiliki kegiatan positif.

Jalan Panjang Demi Bisa Berinteraksi di Sekolah: Kisah Langit dan Bulan dari Pelosok Sulawesi

Langit* dan Bulan* belum pernah bersekolah dan tidak punya kartu identitas. Lewat perjuangan gigih kelompok PATBM, mereka kini punya cerita baru.

Anak yang Pergi telah Kembali: Kisah Pemulihan Hubungan Keluarga di Poso

Intan* dan ayahnya tidak akrab, hingga ia kabur dari rumah karena suatu hal. Kelompok PATBM menangani kasus ini, membantu memulihkan keharmonisan hubungan keluarga.

Muda dan Berdaya: Kisah Arjun dan Kawan-Kawan Mendukung Pemenuhan Hak Anak di Desa lewat PATBM

Vita*, seorang ibu di Luwu Utara, menghadapi kesulitan tatkala anaknya yang baru berumur 40 hari sakit dan perlu mendapatkan penanganan khusus di rumah sakit. Anaknya bisa mendapatkan jaminan kesehatan nasional, tetapi belum terdata. Kelompok PATBM membantunya.

https://www.youtube.com/watch?v=nPUAbwcNc1Y

Berkembang dalam Lingkungan Aman dan Suportif bersama Modul Choices


Facebook

Twitter

LinkedIn

WhatsApp

Email

Scroll to Top