Kekuatan Perubahan: Kaleidoskop Cerita 2024

Kaleidoskop Cerita 2024

Kekuatan Perubahan


Kami di Save the Children Indonesia bangga telah menjadi bagian dari kekuatan perubahan positif bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Sepanjang tahun 2024, kami telah berkolaborasi dengan 74 organisasi, berbagai pemerintah nasional dan daerah, serta beragam komunitas lain di 1.325 desa di 20 provinsi, dengan dukungan berbagai lembaga donor serta Komunitas Pahlawan Anak. Kerja-kerja kolaborasi ini telah menjangkau 982.820 individu, termasuk 773.893 anak-anak.

Berikut adalah sejumlah sorotan cerita perubahan dari program-program kami sepanjang tahun 2024 di sektor kesehatan dan gizi, pendidikan, perlindungan anak, kemiskinan anak, mata pencaharian, partisipasi anak dan orang muda, serta humanitarian dan resiliensi.

Pentingnya Dukungan Sosial, Kunci Perjuangan Eli Memberikan Asi Eksklusif

Dukungan sosial berperan besar dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Eli, seorang ibu di Bandung Barat, menghadapi tantangan dari lingkungan sekitarnya yang menyarankan pemberian makanan padat sebelum waktunya. Namun, berkat edukasi dari Emo-Demo dan dukungan suaminya, ia semakin yakin memberikan ASI eksklusif tanpa ragu.

“Kader bilang, jangan dulu, jangan dulu, karena lambung bayi itu kan masih kecil, segede kelereng, di Emo-Demo itu,” kata Eli. 

Simak kisah perjuangan Eli dan pentingnya dukungan sosial dalam mendukung ibu menyusui di artikel ini!


Baca cerita Eli

Belajar Kebiasaan Sehat di Sekolah

Welfin, seorang guru di Luwu Utara, menyaksikan kebiasaan tidak sehat seperti kebersihan tangan yang buruk dan kurangnya perawatan mulut dari murid-muridnya, karena terbatasnya akses ke air bersih.

Ia kemudian bergabung dengan Program Healthier Smiles dan mendapatkan pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut. Welfin menerapkan ilmu yang ia dapatkan dengan memperkenalkan lagu Sikat Gigi dan Cuci Tangan Pakai Sabun kepada murid-murid dan anaknya.

“Sekarang kebiasaan menyikat gigi dan mencuci tangan dengan sabun sangat tertanam dalam ingatannya. Apalagi setelah makan cokelat, dia pasti akan meminta sikat gigi,” kata Welfin

Bagaimana kisah Welfin mengajarkan kesehatan gigi dan mulut? Simak kisahnya berikut ini!


Baca cerita Welfin dan Enis


Sekolahnya Direnovasi, Vera* Kembali Belajar dengan Aman dan Nyaman

Vera*, seorang murid TK di Sumba Barat, awalnya kesulitan untuk bersekolah karena fasilitas yang tidak aman dan tidak memadai, sehingga ia dan teman-temannya tidak bersemangat untuk belajar.

Para orang tua dan guru, termasuk Marlina, menyampaikan masalah ini kepada Save the Children, yang berujung pada renovasi yang sangat dibutuhkan di 12 Pusat Perawatan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD). Perbaikan yang dilakukan, termasuk bangunan yang lebih aman dan fasilitas belajar yang lebih baik, mengubah lingkungan sekolah, sehingga anak-anak dapat fokus pada pelajaran mereka.

“Sekarang sa suka belajar menulis di sekolah. Kalo besar sa mau jadi bidan biar bisa suntik dan kasih bantu orang melahirkan,” ungkap Vera. 

Yuk, simak cerita TK Vera yang telah direnovasi!


Baca Cerita Vera dan Sekolahnya

Alisya Mengejar Impian dan Belajar Wirausaha di Tengah Hambatan Pendengaran

Alisya, seorang atlet lari dengan hambatan pendengaran, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih mimpi.

Melalui program Skills to Succeed, ia bersama ibunya merintis usaha minuman serbuk rempah, menggabungkan warisan keluarga dengan keterampilan baru yang mereka pelajari. Dengan dukungan pelatihan dan modal usaha, Alisya semakin percaya diri untuk hidup mandiri dan mengejar impian menjadi pengusaha.

“Harapan saya, Alisya bisa mandiri dan berwirausaha, minimal untuk dirinya sendiri,” ujar Wati, ibunya. Simak kisah inspiratif mereka dalam artikel berikut!


Baca cerita Alisya


We See Equal: Perjalanan Pak Adi* dan Ibu Vita Membangun Kesetaraan dan Kehangatan dalam Keluarga

Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, tanpa diskriminasi, dan dengan dukungan penuh dari orang tua mereka. Inilah yang menjadi misi utama program We See Equal yang diinisiasi oleh P&G bersama Save the Children. Sejak tahun 2018, program ini telah menjangkau lebih dari 26.000 anak dan orang tua, membangun kesetaraan gender dan menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak untuk berkembang.

Dua kisah inspiratif, perjalanan perubahan Pak Adi* dan Ibu Vita, menjadi bukti nyata bagaimana program ini berdampak besar dalam kehidupan keluarga mereka. 


Baca Cerita Ibu Vita dan Pak Adi*

https://www.youtube.com/watch?v=Rn0KLbZSD44https://www.youtube.com/watch?v=66aS4yTXmo0

Ovin dan Markus: Kisah Perjuangan Anak Muda Melawan Pernikahan Anak

Di Sumba Barat Daya, dua anak muda, Ovin dan Markus, berani berdiri melawan praktik pernikahan anak yang masih marak terjadi di komunitas mereka.

Dengan bergabung dalam program SHIFT Save the Children, mereka membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengedukasi serta mengadvokasi hak-hak anak. Melalui kampanye dan aksi nyata, mereka membuktikan bahwa suara anak muda memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan.

 “Perkawinan anak adalah topik sensitif di wilayah kami, jadi kami harus menciptakan metode yang aman, menarik, dan berdampak,” jelas Markus.


Baca cerita Ovin dan Markus

Mercusuar Perubahan di Pelosok Kalimantan Barat: Kisah Dini, Peni, Amin, dan Ujal Mendorong Desa Bebas BABS

Berkat dedikasi Dini, Peni, Amin, dan Ujal, sebuah desa terpencil di Kalimantan Barat berhasil mencapai status Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), yang mengubah kesehatan dan kebersihan masyarakat.

Dengan dukungan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), mereka mengedukasi warga desa, mengatasi penolakan, dan memastikan seluruh 254 rumah tangga memperoleh akses ke toilet yang layak.

Keberhasilan mereka, yang diakui pada bulan Mei 2024, telah menjadi contoh yang menginspirasi bagi desa-desa lain sekaligus menekankan perlunya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.


Baca Cerita Dini, Peni, Amin dan Ujal

Dari Guru ke Aktivis: Langkah Nyata Nisa dalam Adaptasi Perubahan Iklim

Perubahan iklim semakin nyata dampaknya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Di Kabupaten Bandung, peningkatan kejadian bencana akibat perubahan iklim mendorong perlunya tindakan adaptasi berbasis komunitas.

Save the Children Indonesia bersama mitra lokal meluncurkan program CBCCA untuk membangun ketahanan masyarakat, termasuk anak muda seperti Nisa.

Berawal dari keresahannya terhadap lingkungan, Nisa kini aktif dalam Tim 20 dan menginisiasi aksi nyata di desanya. Simak kisah inspiratifnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan!


Baca cerita Nisa


Harapan di Tengah Krisis: Kiprah Misi Kemanusiaan Save the Children Indonesia sepanjang 2024

Tahun 2024 menjadi tahun penuh tantangan dengan berbagai bencana yang melanda Indonesia, mengancam kehidupan anak-anak dan keluarga mereka.

Save the Children bersama mitra lokal hadir dengan respons cepat dan terarah, menyalurkan bantuan di daerah terdampak seperti Demak, Sumatera Barat, Gorontalo, hingga Nusa Tenggara Timur. Dari distribusi hygiene kits hingga pembangunan fasilitas air bersih, setiap upaya ditujukan untuk melindungi anak-anak dan memastikan hak mereka tetap terpenuhi.

Di tengah situasi sulit, harapan tetap menyala di hati anak-anak seperti Henry, yang berkata, “Saya berharap banjir cepat surut sehingga saya bisa kembali ke sekolah dan bermain bersama teman-teman.” Simak kisah selengkapnya dalam artikel berikut!


Baca Kiprah Misi Kemanusiaan

Menggema di 8 Provinsi, Anak dan Orang Muda Suarakan Krisis Iklim dalam Kampanye Aksi Generasi Iklim

Memasuki tahun ketiga, kampanye Aksi Generasi Iklim terus menggema di berbagai daerah, mengajak anak-anak dan masyarakat untuk bergerak menghadapi krisis iklim.

Kampanye ini menggelar Rally Nasional yang berlangsung di delapan provinsi, mencakup Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Makassar, Palu, Bali, dan Sumba. Kampanye ini membuka ruang bagi anak-anak dan orang muda untuk menyuarakan keresahan mereka.

“Kami ingin membuktikan bahwa generasi muda dapat berperan dalam menjaga lingkungan,” ujar Ardin, Juru Kampanye Anak Bali.


Baca cerita Aksi Generasi Iklim

Bersuara dengan Isyarat, Gerak, dan Musik: Kisah Anak-Anak dan Orang Muda Bandung Berpartisipasi dalam Proses Pembangunan melalui Seni

Di Bandung, anak-anak dan orang muda menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk bersuara dan berkontribusi melalui Pagelaran Panca Sora. Ziyan, Regina, Salma dan teman-temannya menggunakan seni sebagai media untuk menyampaikan keresahan mereka terhadap isu inklusivitas, kesetaraan gender, dan pernikahan anak. Dari tari topeng hingga musik, mereka membuktikan bahwa ekspresi kreatif dapat menjadi alat advokasi yang kuat.  “Dengan seni, kami bisa menyuarakan keresahan tanpa perlu banyak kata, dan pesan kami tetap sampai,” ujar Salma.

BACA CERITA ZIYAN, REGINA, DAN SALMA

https://www.youtube.com/watch?v=BfCDZconCEg

Menciptakan Perubahan Positif Tak Tergantikan, untuk dan bersama Anak-anak

Bagikan laman Kaleidoskop 2024 ini:


Facebook

Twitter

LinkedIn

WhatsApp

Email

Scroll to Top