
Diperbarui tanggal: 1 Desember 2022
Gempa dengan magnitudo 5,6 terjadi di Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022 pukul 13.21 WIB dengan titik pusat gempa pada kedalaman 10 km. Menurut catatan BMKG, selama sepekan hingga Minggu, 27 November, terjadi gempa susulan sebanyak 285 kali di area ini dengan tingkat magnitudo yang semakin menurun. Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan masa darurat bencana selama 30 hari.
Hingga Minggu, 27 November 2022 pukul 17.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 321 orang meninggal dunia dalam kejadian ini dan 11 orang korban masih dinyatakan hilang. Sebanyak 73.874 mengungsi di 325 titik di 15 kecamatan. Sementara itu untuk infrastruktur, sebanyak 62.628 rumah rusak, mulai dari berat, sedang, hingga ringan.
Menurut data Kemdikbudristek pada 24 November 2022 pukul 18.00 WIB, sebanyak 31 siswa dan 6 guru meninggal dunia, serta 367 peserta didik dan 76 guru luka-luka dalam kejadian ini. Sebanyak 524 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi termasuk madrasah, rusak. Sebanyak 2.235 ruang kelas hancur dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, dan berat.Â
Tim respons darurat Save the Children Indonesia telah hadir sejak Selasa, 22 November 2022 untuk memberikan bantuan bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat terdampak gempa di Cianjur. Save the Children bekerja sama dengan LPBI NU dan PMI dalam respons darurat ini.
Laman artikel ini merupakan rangkuman kegiatan yang telah dilakukan Save the Children dan mitra dalam respons darurat gempa Cianjur. Informasi dalam laman ini akan diperbarui secara berkala.
1 Desember 2022
Save the Children bersama LPBI NU dan PMI Jawa Barat melanjutkan distribusi masker, air bersih, paket kebersihan untuk keluarga dan anak, shelter kit, tangki air, dan tenda belajar darurat. Untuk tenda belajar darurat, kami akan mendistribusikan tujuh tenda dan dua di antaranya telah dipasang di satu SD dan satu SMP.
Kami juga terus memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak, menyediakan konseling menyusui bagi ibu menyusui, memfasilitasi bidan desa dan kader kesehatan desa supaya mereka dapat membantu dapur umum darurat bagi anak-anak dan ibu hamil, serta memantau situasi anak-anak di pengungsian terkait kesehatan dan perlindungan anak.
Selain itu, kami juga melakukan promosi kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui serta anak-anak di pengungsian dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk cuci tangan pakai sabun dan konsumsi air yang aman, untuk masyarakat umum di pengungsian.
Hingga 30 November, kegiatan pendampingan dan distribusi kami telah menjangkau 6.291 orang dan 3.108 di antaranya adalah anak-anak.





29 November 2022
Save the Children bersama LPBI NU dan PMI Jawa Barat telah mendistribusikan bantuan non pangan, meliputi 500 shelter kit (terpal), 350 paket kebersihan keluarga, 124 paket kebersihan anak, dan 500 masker KN95 untuk 500 rumah tangga di enam kecamatan (Cugenang, Warungkondang, Cianjur, Cilaku, Gekbrong, dan Cibeber). Tim juga telah mendistribusikan 7.000 liter air bersih untuk 721 rumah tangga.
Save the Children telah memberikan dukungan psikososial bagi guru dan anak-anak. Sekitar 700 anak telah mendapatkan manfaat dari kegiatan dukungan psikososial di ruang ramah anak Save the Children. Bekerja sama dengan sekolah dampingan program sebelumnya, tim respons juga telah melatih 22 guru untuk menjadi fasilitator dukungan psikosial bagi rekan guru dan anak-anak murid di sekolah masing-masing.




•••