Perjalanan Aura Sadari Krisis Iklim, Menemukan Semangat dari Kapas Daur Ulang yang Laris Manis

Cerita Perubahan

“Ternyata ada banyak yang beli dan suka sama reusable kapas ini. Ini jadi motivasi kami. Kami jadi ikut belajar banyak tentang limbah dan krisis iklim,” ungkap Aura (17), seorang remaja di Jawa Barat.

Aura tidak pernah menyangka bahwa produk kapas daur ulang yang ia ciptakan bersama timnya akan begitu diminati. Saat pertama kali mengikuti pameran di Jakarta, mereka berhasil menjual hampir semua stok produk di lokasi. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi Aura, tetapi juga membuka matanya tentang kesadaran masyarakat yang mulai beralih menggunakan bahan ramah lingkungan. Hal ini memotivasi Aura untuk lebih bersemangat dalam berinovasi dan berkontribusi bagi lingkungan.

Aura menjelaskan produk kapas pakai ulang ke salah satu tamu kegiatan seminar yang diadakan Save the Children dan Kemenko PMK RI di Jakarta tahun 2024.

Ide untuk membuat kapas daur ulang muncul saat Aura mengikuti kegiatan Youth-led Innovation Lab (YIL) Inclusive tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Save the Children dan Ibu Foundation dalam program Skills to Succeed (S2S) dengan dukungan Accenture. Dia mengenal program ini melalui bimbingan konseling (BK) di sekolahnya.

Ketika mendengar tentang kegiatan YIL, Aura langsung berminat untuk mengikutinya. Ia tertarik dengan topik ekonomi hijau karena relevan dengan jurusan pemasaran yang Aura pelajari di sekolah. Setelah melalui proses seleksi, Aura bersama keenam temannya aktif mengikuti kegiatan YIL di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini memperkenalkan mereka pada berbagai modul seperti Green Mindset, Ekoliterasi, dan Green Living.

Melihat Peluang Kapas Daur Ulang

Dalam proses pembelajaran di YIL, Aura dan timnya memutuskan untuk fokus pada produk kapas daur ulang atau reusable cotton. Mereka melihatnya sebagai peluang besar dalam bisnis ramah lingkungan yang tersedia di toko fisik.

“Aku sering lihat reusable kapas ini di (media sosial) TikTok. Ada banyak juga yang jual online, tapi belum ada di sini tokonya secara offline. Jadi, dari situ kami pilih ini,” ungkap Aura.

Ide ini sesuai dengan prinsip-prinsip yang mereka pelajari dalam program, terutama tentang pentingnya bisnis berkelanjutan dan ekonomi hijau sebagai upaya mengatasi dampak lanjutan dari krisis iklim.

Aura dan Litha*, salah satu peserta YIL lan, bersama para pendamping di acara seminar kolaborasi Save the Children dan Kemenko PMK RI di Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jakarta, ada sesi seleksi dari seluruh tim bisnis yang mengikuti YIL. Tim Aura berhasil lolos dan ini memberikan semangat besar bagi mereka. Namun, mereka menghadapi tantangan besar: produk mereka belum sepenuhnya siap. Aura dan tim sempat merasa panik karena mereka harus menyiapkan bahan dan menjahit produk dalam waktu singkat. Sayangnya, mereka belum mahir menjahit. Mereka akhirnya meminta bantuan penjahit agar produk reusable kapas bisa selesai tepat waktu untuk pameran di Jakarta. Selain itu, mereka juga menghadapi tantangan lain berupa koordinasi waktu dan tim karena sebagian besar anggota kelompoknya sedang menjalani program PKL.

Persiapan Terbayar Tuntas

“Buat ada di acara kemarin, kayak suatu kebanggaan gitu buat Aura sendiri. Terus juga, ini pertama kalinya Aura buat pameran. Terus juga buat rasa, senang banget. Karena ini pertama kali buat kami, produknya berhasil diproduksi, benar-benar langsung dipamerkan di acara sebesar itu,” kisah Aura

Ini adalah pengalaman pertama Aura memamerkan produknya di acara nasional. Lika-liku persiapan terbayar tuntas saat para pejabat pemerintahan dan tamu lain membeli produk kapas pakai ulang Aura sampai hampir habis. Ini membuktikan bahwa produk mereka bisa diterima dengan baik oleh pasar.

Aura memberikan cendera mata paket kapas pakai ulang kepada Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Deputi Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK RI.

“Aura bawa dua paket. Paket lengkap dan yang satunya lagi yang cuma kapas doang. Nah yang paket lengkap itu habis semua. Terus kapasnya kalau gak salah cuma sisa dua. Menurut Aura, ini sudah banyak orang yang tahu dan banyak yang suka pakai juga. Ini jadi motivasi kami buat bikin produknya lagi,” ungkap Aura.

Menghargai Tindakan Kecil

Program YIL telah membuka mata Aura tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dari limbah penggunaan plastik dan kain hingga kebiasaan sehari-hari. Aura kini lebih sadar akan dampak dari tindakan kecil yang bisa berpengaruh besar terhadap upaya menghadapi dampak krisis iklim.

Aura berharap teman-temannya dan masyarakat lebih sadar dan mulai meninggalkan kebiasaan buruk yang merusak lingkungan. Dia juga berharap agar Save the Children dan para pemangku kebijakan yang terlibat bisa terus mendukung inovasi anak-anak dan  memberikan wadah bagi suara-suara anak dan generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Pengalaman Aura di tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik. Dengan kesadaran dan tindakan kecil dari sekarang, Aura dan generasi muda lain dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Teks: Justicia Maulida, Purba Wirastama
Foto: Justicia Maulida / Save the Children
Skip to content scroll to top button