Save the Children melalui Program Skills to Succeed kembali menyelenggarakan bootcamp Youth-Led Innovation Lab (YIL) untuk melatih dan mendampingi remaja dan orang muda menciptakan ide bisnis ramah lingkungan. Kali ini, bootcamp YIL diadakan di Blitar pada 6-8 Desember 2023.
Sebanyak 35 remaja lolos seleksi untuk menjadi peserta dan mereka terbagi ke dalam tujuh kelompok bisnis. Mereka adalah murid-murid SMK dari Kota Blitar, Jawa Timur.
“Kegiatan Youth-led Innovation Lab di Jawa Timur ini dimulai dari Blitar. Kegiatan ini merupakan suatu perwujudan dari green mindset. Jadi, kami beserta peserta didik belajar mengenali eco-literasi, kemudian juga belajar tentang permasalahan yang ada di sekitar maupun secara global, dan merancang solusi yang memungkinkan. Selanjutnya, solusi dituangkan dalam ide-ide bisnis yang berkaitan dengan green enterpreneurship,” kata Evie Yulianti, Program Manager Skills to Succeed di Save the Children Indonesia.
Dalam pelatihan hari pertama, kegiatan dibagi ke dalam dua sesi. Maria Febriani, fasilitator dari Save the Children, menyampaikan sesi pertama dengan pemaparan tentang design thinking yang dibawakan dalam bentuk cerita dan gambaran alur berpikir.
Dalam sesi kedua, Ikrom Mustofa, Direktur PIAREA Institute, berbagi tentang Green Economy Principal dan pentingnya bisnis yang ramah lingkungan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang sedang terjadi. Harapannya, dalam sesi ini setiap kelompok telah memiliki ide bisnis yang didasarkan pada masalah dan kebutuhan calon konsumen.
Pada hari selanjutnya, para peserta belajar tentang Business Plan bersama Curry Messah dari Save the Children. Mereka belajar tentang perhitungan biaya produksi, arus keuangan, dan juga business model canvas. Peserta juga diajak untuk berdiskusi bersama dan saling memberikan opini tentang hasil diskusi.

Desi, salah satu peserta bootcamp YIL, menyampaikan bahwa ia merasa senang dapat mengikuti sesi Business Plan. Setelah mengikuti sesi hari kedua, Desi menjadi lebih paham tentang perhitungan biaya dan business model canvas. Ia menyukai sesi ini karena disampaikan dengan cerita dan dipraktikkan langsung bersama-sama.

Setelah mendapatkan pembelajaran dasar tentang bisnis, para peserta mendapatkan sesi motivasi bisnis pada hari ketiga. Sesi ini dibawakan oleh Zain, Digital Business and Strategy Lead dari Esensi Digital. Zain bercerita tentang jatuh-bangun perjalanan karier dan perjuangan bisnisnya. Dari Zain, para peserta juga belajar tentang penyusunan pitch deck dan tata-cara melakukan pitching. Materi ini untuk mempersiapkan para peserta melakukan presentasi ide bisnis pada hari keempat.
Pitching Day adalah sesi presentasi yang dilakukan oleh para peserta di hadapan para pemateri untuk menyampaikan ide bisnis yang telah mereka susun. Mereka juga dapat menampilkan prototipe dari produk yang akan mereka jual. Dengan sesi praktik ini, para peserta bisa mendapatkan gambaran bagaimana menyiapkan dan melakuan presentasi kepada calon investor sesungguhnya.

“Dengan adanya program ini, ada 35 siswa yang telah siap berwirausaha. Materi Green Enterpreneurship ini menjadikan mereka sebagai pengusaha yang mendukung adanya bumi hijau,” ujar Risma, guru dari salah satu SMK di Blitar.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari Program Skills to Succeed yang dijalankan oleh Save the Children dengan dukungan Accenture Global. Sebelumnya, kegiatan bootcamp YIL sudah pernah diadakan untuk murid-murid dari sekolah berbeda.
“Kami mengikuti kegiatan YIL ini supaya bisa belajar bisnis. Ide bisnis kami adalah menggunakan bahan-bahan yang ada di sekeliling kita, seperti plastik polybag dan juga egg tray, yang banyak sekali limbahnya di masyarakat. Kita juga membuat pot egg tray untuk bibit di ladang,” tutur Qushi, peserta bootcamp YIL Blitar yang bersama timnya menjadi juara pertama.