Yayasan Save the Children Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan BSI Maslahat dalam pengumpulan, pengelolaan, dan penyaluran dana sedekah dan zakat mal secara amanah dan tepat sasaran. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan hak, perlindungan, serta kesejahteraan anak-anak di Indonesia, khususnya mereka yang terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra.
Berdasarkan data per 27 Februari dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat BNPB, tercatat 301.012 rumah rusak dan 4.852 fasilitas pendidikan terdampak. Kondisi ini menyebabkan banyak anak terhenti sementara dari proses belajar. Selain itu, akses terhadap air bersih menjadi tantangan serius di lokasi pengungsian, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
Sebagai bagian dari respons kemanusiaan di Sumatra, Yayasan Save the Children Indonesia menargetkan dapat menjangkau 300.000 orang, termasuk 153.000 anak-anak, melalui dukungan di bidang pendidikan, kesehatan dan gizi, perlindungan anak, serta akses air bersih dan sanitasi. Hingga 10 Februari 2026, Yayasan Save the Children Indonesia telah menjangkau 123.727 orang, termasuk 50.506 anak-anak dan 398 penyandang disabilitas melalui berbagai layanan penyelamatan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Yayasan Save the Children Indonesia bersama BSI Maslahat mengajak masyarakat untuk berbagi sedekah dan menunaikan zakat mal sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang terdampak. Dana yang dihimpun akan disalurkan untuk mendukung pemulihan pendidikan, penyediaan perlengkapan sekolah, akses air bersih, serta layanan perlindungan dan dukungan psikososial bagi anak-anak di wilayah terdampak.
CEO Yayasan Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak kebaikan bagi anak-anak Indonesia.
“Kolaborasi ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan setiap anak tetap mendapatkan haknya, bahkan dalam situasi darurat. Krisis yang terjadi di Sumatra berdampak langsung pada hak dasar anak, mulai dari tempat tinggal, pendidikan, hingga akses air bersih. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa dukungan masyarakat dapat tersalurkan secara tepat, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan anak-anak. Setiap kontribusi memiliki arti penting untuk membantu mereka kembali belajar, pulih dari trauma, dan membangun kembali harapan,” ujar Dessy.
Ia juga menegaskan bahwa Yayasan Save the Children Indonesia tetap menjalankan mandatnya sebagai organisasi kemanusiaan yang fokus pada pemenuhan hak anak secara inklusif dan profesional. Sementara itu, BSI Maslahat memastikan pengelolaan dana sedekah dan zakat mal dilakukan sesuai prinsip syariah dan tata kelola yang akuntabel.
Kerja sama ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat berbagi, khususnya di bulan Ramadan dan momen penuh makna lainnya. Melalui sedekah dan zakat mal yang disalurkan, masyarakat dapat turut menghadirkan perubahan nyata bagi anak-anak di Sumatra agar dapat kembali belajar dengan aman, sehat, dan penuh semangat.