Memasuki hampir 1 tahun pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Save the Children terus melakukan upaya pemenuhan hak-hak anak di situasi darurat. Melalui strategi program pendidikan dalam situasi darurat, Save the Children telah membangun 108 ruang kelas sementara semi permanen di Palu, Sigi, dan Donggala.
Hari ini, 6 Agustus 2019, Save the Children kembali melakukan serah terima tujuh (7) bangunan ruang kelas yang telah dibangun di salah satu MTS di Kota Palu. Serah terima ini dilakukan antara pihak Save the Children kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kami terus berupaya untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk hak pendidikan. Karena anak-anak berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, apapun kondisinya,” jelas Rosianto Hamid, Response Team Leader Save the Children.
Tujuan utama program pendidikan Save the Children di Sulawesi Tengah adalah memastikan anak-anak memperoleh akses kesempatan belajar yang aman, terlindungi, dan inklusif sesuai tumbuh kembangnya di lingkungan sekitar anak.
Beberapa strategi telah dilakukan, di antaranya:
- Menyediakan akses dengan membangun Ruang Belajar Sementara dan memberikan paket sekolah (seperti tas, buku, dan peralatan belajar-mengajar lainnya) untuk lebih dari 7.000 siswa.
- Meningkatkan kapasitas warga sekolah (kepala sekolah, guru, dan komite sekolah) tentang pendidikan dalam situasi darurat.
- Meningkatkan kapasitas pemangku kebijakan terkait upaya pengurangan risiko bencana berbasis sekolah.
- Mendukung pemerintah dalam pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang mencakup tiga pilar utamanya: fasilitas sekolah yang aman; manajemen bencana di sekolah; pendidikan pengurangan risiko bencana di sekolah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat berterima kasih dan mengapresiasi komitmen besar Save the Children untuk membantu anak-anak serta keluarga di Sulawesi Tengah. Kami berharap dengan adanya Save the Children di sini, maka hak pendidikan anak terus terpenuhi,” tutur Moh. Hidayat Lamakarate, Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah. “Pendidikan merupakan salah satu hak anak yang harus dipenuhi apapun situasinya, termasuk situasi darurat, dan pendidikan menjadi kunci dari masa depan anak-anak Indonesia.”