Siaran Pers

Selenggarakan Job Fair 2022, Save the Children Wujudkan Pelayanan Akses Pelatihan & Pekerjaan bagi Anak Muda Disabilitas di Jawa Barat

Bandung, 14 Juli 2022 โ€“ย Save the Children Indonesia melalui program Skills to Succeed (S2S) di Jawa Barat menyelenggarakan Job Fair 2022 bersama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Cicendo, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Pelaksanaan Job fair ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya kesiapan kerja bagi SLB yang sudah memiliki Bursa Khusus Kerja agar dapat memfasilitasi para alumninya dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) ย untuk dapat bekerja di sektor formal maupun non formal.

โ€œJob fair ini tentunya sangat penting bagi anak muda dengan disabilitas, di mana mereka dapat dipertemukan secara langsung kepada Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja serta sebaliknya, Dunia usaha penting untuk mengetahui sumber daya potensial dari para anak muda ini, sehingga anak muda dengan disabilitas dapat mandiri secara ekonomi,โ€ jelas Erwin Simangunsong / Chief of Program Implementation โ€“ Save the Children Indonesia

Job Fair 2022 yang dikemas dengan nama Festival Garuda Jaya merupakan singkatan dari Gerakan Disabilitas Muda Berdaya dalam Bekerja dan Berkarya, dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2022 di Plaza Gedung Sate Bandung, dengan menampilkan expo project, penampilan dan pameran karya peserta didik, serta job fair SLB se-Jawa Barat.

โ€œSaya mengapresiasi kerja kolaborasi yang dilakukan oleh Save the Children Indonesia, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, SLB Cicendo, dan juga dunia usaha yang mendorong sinergitas terhadap pemenuhan hak terutama kesiapan untuk job fair bagi remaja dan orang muda penyandang disabilitas. Sinergitas ini menjadi daya dorong dan bantuan dari kelompok masyarakat yang membantu tugas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,โ€ jelas H. UU Ruzhanul Ulum / Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat

Dalam acara ini, dilakukan juga penyerahan sertifikat penghargaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jabar kepada sekitar 20 perusahaan yang telah memperkerjakan orang muda disabilitas, dilanjutkan pula dengan penyerahan sertifikat dari Komisi Nasional Disabilitas untuk perusahaan Lembaga Uji Kompetensi.

โ€œTidak Ada Anak yang Tertinggal merupakan salah satu Prinsip Kerja Save the Children Indonesia sehingga pendekatan dan strategi program untuk anak muda dengan disabilitas menjadi penting untuk memastikan mereka memiliki hak yang sama termasuk untuk pendidikan/pelatihan dan dunia kerja, baik dari sisi akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan,โ€ tegas Erwin Simangunsong / Chief of Program Implementation โ€“ Save the Children Indonesia

Melalui Talkshow โ€œDisabilitas dalam Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA), Save the Children Indonesia berharap praktik-praktik baik yang telah dilakukan dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam menyusun rencana dan desain program untuk orang muda dengan disabilitas bekerja untuk mempercepat pencapaian target kuota yang ditetapkan dalam Pasal 28 Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1998 Tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas


Catatan untuk Editor:

Tentang Save the Children

Save the Children di Indonesia terdaftar dengan nama entitas Yayasan Save the Children Indonesia berdasarkan SK Kemenkumham No. AHU-0001042.AH.01.05 Tahun 2021. Save the Children Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia. Di Indonesia, misi Save the Children dilakukan sejak tahun 1976. Detail lebih lanjut dapat mengunjungi www.savethechildren.or.id

Tentang Program Skill to Succeed Save the Children Indonesia

Save the Children Indonesia menginisiasi Program Skills to Succeed (S2S) di Kota dan Kabupaten Bandung serta Kota Cimahi sejak tahun 2020 dengan berfokus pada upaya memenuhi hak orang muda dengan disabilitas untuk mendapatkan akses pendidikan / pelatihan kesiapan kerja dan akses pekerjaan / berwirausaha, agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan bekerja. Selain itu, Program S2S ini juga medorong remaja dengan disabilitas untuk melanjutkan ke jenjangan pendidikan yang lebih tinggi. Program S2S bertujuan untuk menjangkau 300 remaja dan orang muda dengan disabilitas berusia 12-24 tahun (dengan target 60% adalah perempuan) dan ekosistem pendukungnya mulai dari ratusan guru dan pihak manajemen sekolah, orangtua, pemerintah, perusahaan dan masyarakat, sehingga mereka dapat menghilangkan rintangan untuk remaja dan orang muda dengan disabilitas bertransisi dari sekolah ke dunia kerja, berkiprah dan berkontribusi, dan dapat menjadi katalis untuk kesuksesan para generasi muda tersebut. Informasi selengkapnya dapat mengunjungiย  https://savethechildren.or.id/kerja-kami/tematik/kemiskinan-anak

Scroll to Top