Yayasan Save the Children Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset & Teknologi (Kemendikbudristek) untuk dukungan kampanye Sekolah Sehat sebagai bagian dari program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kerja sama ini bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter.
Penandatanganan dilakukan di SDN Kapuk Muara 03, Jakarta Utara pada Selasa, 23 Agustus 2022. Hadir dalam peluncuran tersebut Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset & Teknologi Nadiem Makarim. Nadiem mengajak pemerintah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan bergotong royong untuk merevitalisasi UKS sebagai upaya promosi kesehatan warga sekolah.
Save the Children Indonesia dengan pengalaman selama 46 tahun bekerja di Indonesia siap mendukung program pemerintah terkait kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.

“Save the Children Indonesia siap menyambut undangan kolaborasi ini. Program yang akan dilakukan meliputi kampanye perilaku hidup bersih dan sehat, penerapan praktik CTPS (cuci tangan pakai sabun), pembangunan atau penyediaan sarana air dan toilet bersih, hingga pendikan usia remaja, termasuk pencegahan kekerasan gender,” kata Chief of Program Operations Save the Children Indonesia Erwin Simangunsong.
“Selain itu, Save the Children juga akan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia atau kegiatan edukatif bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan orangtua di satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, dan SMP,” sambung Erwin.

Nadiem menjelaskan, “Ada tiga prioritas yang perlu dicapai melalui kampanye Sekolah Sehat, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi.”
Sehat bergizi diperoleh dengan memberikan pemahaman gizi seimbang melalui Isi Piringku dengan pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang. Kedua adalah menghindari atau meminimalisir konsumsi makanan cepat saji, makanan atau minuman yang berpemanis, berpengawet, kurang serat, tinggi gula, garam, dan lemak. Lalu ketiga adalah dengan pembiasaan kantin sehat. Tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan status kesehatan para peserta didik.
“Terima kasih kepada mitra-mitra yang saat ini sudah berkomitmen bersama pemerintah dalam mewujudkan Sekolah Sehat. Saya mengajak lebih banyak lagi mitra berkontribusi untuk mewujudkan SDM unggul melalui kampanye Sekolah Sehat,” tutup Nadiem.
Melalui kerja sama ini, Save the Children Indonesia akan melaksanakan program kampanye Sekolah Sehat di 11 kabupaten di empat provinsi. Sasaran di Provinsi Nusa Tenggara Timur meliputi Timor Tengah Utara, Kupang, Sumba Barat, dan Sumba Tengah. Sasaran di Provinsi Jawa Barat meliputi Bandung Barat, Sumedang, Bandung, dan Cianjur. Sasaran di Provinsi Sulawesi Selatan meliputi Luwu Utara dan Luwu Timur. Kemudian, sasaran di Provinsi Kalimatan Barat meliputi Kabupaten Ketapang.
“Save the Children akan mendampingi jenjang PAUD – TK, SD, dan SMP dalam mendukung kampanye Sekolah Sehat di empat provinsi yang telah ditetapkan. Kami berharap melalui kerja sama ini, kita dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak yang berdampak positif pada kualitas pendidikan mereka,” tutup Erwin.
