Berita

Save the Children Indonesia Percepat Bantuan Darurat untuk Anak-Anak dan Keluarga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumatra Utara

Hujan deras yang turun tanpa henti sejak 26 November 2025 memicu banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dalam hitungan jam, permukiman berubah menjadi lautan air. Akses jalan terputus, jembatan rusak, dan ribuan keluarga terpaksa meninggalkan rumah tanpa sempat menyelamatkan banyak barang.

Bagi anak-anak, situasi ini bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga hilangnya rasa aman, akses makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan sekolah.

Untuk menjawab kebutuhan mendesak ini, Save the Children Indonesia, bersama mitra lokal termasuk Geutanyoe dan tenaga medis Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Wilayah Sumatra Utara, bergerak cepat mempercepat distribusi bantuan.

Akses Masih Terputus: Tim Menempuh Jalur Laut dan Darat untuk Menjangkau Wilayah Terisolasi

Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Jalan utama masih terendam banjir, jembatan tak bisa dilewati, dan jaringan komunikasi tidak stabil. Namun kebutuhan warga—terutama anak-anak, lansia, dan keluarga dengan kondisi medis—tidak bisa menunggu.

Pada 2 Desember, tim gabungan Save the Children dan Geutanyoe menempuh rute yang tidak biasa. Berangkat dari Kabupaten Langkat menggunakan perahu kecil melalui jalur laut, sebelum melanjutkan perjalanan lewat jalur darat.

Akses darat ke Aceh Tamiang ketika itu benar-benar tidak bisa digunakan, sehingga warga setempat ikut membantu mengangkat logistik dari perahu ke kendaraan.

Distribusi diarahkan ke Paya Bedi, posko utama untuk wilayah Kuala Simpang. Informasi dari warga menunjukkan bahwa akses menuju pusat kota hanya bisa dilalui sepeda motor karena lumpur dan reruntuhan masih menutup jalan.

Sementara itu, tim distribusi kedua mencoba masuk melalui jalur alternatif di perkebunan sawit. Jalan provinsi masih terendam, dan beberapa kendaraan dilaporkan tersangkut ketika mencoba menerobos banjir. Setiap hari, tim harus mengevaluasi rute baru agar bantuan tetap bergerak.

Bantuan Darurat yang Telah Disalurkan

Meski menghadapi kondisi medan yang sulit, berbagai bantuan telah tersalurkan dalam 48 jam pertama respons.

Bantuan Makanan & Kebutuhan Dasar:

  • Distribusi 200 paket food items dan non-food items ke enam titik pengungsian dan dapur umum di Aceh.
  • Penyaluran beras 400 kg, 150 liter air minum, makanan siap saji, serta kebutuhan dasar lainnya di Aceh Tamiang.
  • Pengadaan 500 paket tambahan berisi beras, bahan makanan siap saji, selimut bayi, selimut dewasa, alas tidur karet, dan air mineral.

Shelter & Perlengkapan Esensial:

  • Pembagian selimut, handuk, masker, dan perlengkapan darurat lainnya.
  • Pengadaan dua telepon satelit untuk mendukung koordinasi di area tanpa jaringan.

Air Bersih & Sanitasi (WASH):

  • Pengadaan enam tangki air berkapasitas 2.200 liter dan pipa instalasi untuk mendukung akses air bersih di titik pengungsian.

Layanan Kesehatan

Banyak warga, termasuk lansia dan anak-anak, mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar banjir selama beberapa hari. Minimnya layanan kesehatan memperburuk situasi.

Pada 3 Desember, tim kesehatan Save the Children bersama dokter AMKI menjangkau Kuala Simpang melalui jalur darat dan memberikan layanan kesehatan dan pengobatan.

Di Seumadam, wilayah yang berbatasan dengan Langkat, layanan kesehatan gratis dibuka untuk menangani berbagai keluhan seperti ISPA, penyakit kulit, demam, dan diare akibat paparan air tercemar.

Dampak Besar pada Pendidikan Anak

Di Sibolga dan Tapanuli Tengah, seluruh kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara. Beberapa sekolah terendam dan dipenuhi lumpur, sementara anak-anak tidak bisa mencapai sekolah karena akses jalan rusak. Banyak keluarga kehilangan seragam dan perlengkapan belajar.

Untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar, Save the Children tengah menyiapkan dukungan Education in Emergencies (EiE) agar proses belajar dapat segera pulih dengan aman.

Kebutuhan Mendesak di Lapangan

Meski bantuan terus bergerak, beberapa kebutuhan berikut masih sangat mendesak:

  • Akses air bersih atau solusi pemurnian air seperti tablet klorin dan filter air.
  • Alternatif transportasi untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya masih terputus.
  • Penempatan awal logistik di lokasi yang masih dapat diakses untuk mengantisipasi cuaca dan kondisi jalan.

Komitmen Kami untuk Anak dan Keluarga Terdampak

Save the Children bersama Geutanyoe, AMKI, dan mitra-mitra lainnya terus bergerak memastikan kebutuhan mendesak anak dan keluarga terpenuhi. Respons mencakup penyediaan layanan kesehatan, perlindungan anak, dukungan psikososial, air bersih dan sanitasi, serta dukungan pendidikan dalam situasi darurat. Kami berkomitmen memastikan anak-anak dapat melewati masa krisis ini dengan aman, terlindungi, dan tetap memiliki akses terhadap layanan dasar yang penting.

Ke Depan: Upaya yang Terus Berlanjut

Respons kemanusiaan yang dilakukan Save the Children bersama para mitra direncanakan berlangsung setidaknya hingga enam bulan ke depan. Save the Children akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan anak-anak dan keluarga memperoleh perlindungan serta dukungan yang mereka butuhkan. Kami percaya setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh harapan—bahkan di tengah masa krisis.

Scroll to Top