Remaja Indonesia Meminta Kepastian Solusi Isu Kesetaraan Gender di Forum PBB

(Foto: Indonesian Mission UN – PTRI New York)

Berkesempatan menjadi salah satu panelis, mewakili anak Indonesia dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadi mimpi bagi banyak anak. Termasuk Zahra (14), salah satu anak dampingan Save the Children Indonesia dalam program di Jakarta.

Dalam forum PBB yang dilangsungkan pada 8 Juli 2020 pukul 18.30 WIB ini, selama satu jam penuh Zahra sebagai perwakilan Indonesia, beserta empat remaja lainnya dari Nepal, Mexico, Albania, dan Mozambique, berbincang dan menyampaikan suara mereka kepada pemimpin dunia, di antaranya Duta Besar Rattray dari Jamaika, Duta Besar Braun dari Luxemburg , dan Duta Besar Panayotov dari Bulgaria tentang hak-hak anak dan perkembangan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Di antara 17 poin tujuan serta 169 capaian SDGs yang menjadi kunci penting pencapaian pembangunan bagi 189 negara PBB di dunia, Zahra menyoroti tentang kesenjangan kesetaraan gender (SDG 5) dan tingginya kasus pernikahan anak usia dini di Indonesia. Menurut Zahra, isu kesetaraan gender perlu menjadi salah satu prioritas yang perlu diperhatikan oleh pemimpin dunia karena isu kesetaraan gender ini akan berdampak bagi anak dalam kemiskinan (SDG 1) dan pendidikan berkualitas (SDG 4).

Secara lugas, Zahra menyampaikan kepada seluruh panelist dan 200 lebih peserta yang hadir dalam forum virtual tersebut bahwa ia merasakan sendiri dampak kesenjangan kesetaraan gender di lingkungannya. Lalu ia membagikan pengalamannya yang hobby bermain sepak bola dan justru kerap dituding ‘tidak layak’ oleh orang-orang di sekitarnya hanya karena ia seorang perempuan.

Selain itu, Zahra juga menyampaikan supaya pemimpin dunia dapat memberikan solusi cepat dan tepat untuk mengakhiri pernikahan anak usia dini dengan alasan apapun, seperti yang terjadi pada seseorang yang ia kenal dekat.

”Karena setiap anak, termasuk anak perempuan berhak mendapatkan hak untuk pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” tegas Zahra.

Dalam forum ini, Zahra juga berkesempatan memberikan pertanyaan kepada pemimpin dunia. Apa yang ditanyakan?

Zahra: Bagaimana cara para pemimpin dunia memastikan setiap anak perempuan dan anak laki-laki mendapatkan hak yang sama? 

Menanggapi pertanyaan Zahra itu, para duta besar tersebut menyampaikan bahwa setiap suara anak yang mereka dengarkan dan terima akan menjadi pegangan penting  bagi mereka untuk membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak pada anak dan mendukung setiap anak mendapat meraih mimpi tanpa adanya kesenjangan. Setiap negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk Indonesia, akan berkerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan memastikan pemenuhan hak-hak anak dapat terealisasi dengan baik.

Secara khusus Duta Besar Rattray dari Jamaika menyampaikan kepada Zahra bahwa memperjuangkan kesetaraan hak tidak perlu menjadi super star terlebih dahulu agar suaranya didengar banyak orang. Tetapi dengan terus berjejaring dan berkolaborasi dengan sesama anak muda, kesetaraan hak akan terus didengar dan diperjuangkan. Ia mencontohkan betapa seorang remaja belia seperti Greta Thundberg bisa menyuarakan isu lingkungan ke seluruh dunia. Semua dimulai dari hal kecil tetapi bisa menyalakan percik api yang bisa membesar dan membuat perubahan berarti.

Acara ini merupakan bagian dari High Level Political Forum (HLPF) di Perserikatan Bangsa-Bangsa. HLPF adalah forum para pemimpin negara-negara yang bertemu setiap tahun di New York, Amerika Serikat.  Namun, bagi Zahra meski tahun ini di gelar secara virtual, pengalaman ini akan menjadi titik yang penuh makna baginya untuk dapat menyuarakan hak-hak anak yang lebih masif kedepannya.

Forum ini juga menjadi perhatian penting bagi Indonesian Mission UN, hal itu terbukti dengan pesan dan dukungan yang disampaikan melalui  sosial media untuk dapat diketahui khalayak secara luas. Tidak hanya organisasi PBB di Indonesia, Save the Children secara global juga memberikan apresiasi kepada Zahra atas kerja keras dan telah mewakili anak-anak Indonesia.​

Scroll to Top