Rasid, anggota Children and Youth Advisory Network (CYAN) Save the Children Indonesia, mewakili Indonesia dalam Children’s Panel pada Global Forum Save the Children bersama CEO Save the Children International, Inger Ashing, pada 2 Oktober 2026.
Dalam sesi tersebut, Rasid bersama perwakilan anak dari beberapa wilayah berbagi pengalaman mengenai partisipasi anak dan bagaimana suara anak dapat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan anak dan orang muda.
Keterlibatan Rasid dalam forum ini merupakan bagian dari tindak lanjut proses Reimagine Consultation yang berlangsung sebelumnya. Save the Children Indonesia menjadi salah satu negara yang dihubungi untuk menghadirkan perwakilan anak dari kawasan Asia.
Membawa Pengalaman Anak dalam Pengambilan Keputusan
Rasid telah aktif dalam isu hak anak dan partisipasi anak sejak 2018 melalui forum anak di daerah asalnya. Ia mulai bergabung dengan Save the Children Indonesia pada 2019 dalam program Disaster Risk Reduction (DRR), GENPEACE, penelitian yang dipimpin anak untuk Voluntary National Review (VNR), serta kampanye pendidikan dan perubahan iklim.
Rasid juga membawa pengalaman dari keterlibatannya dalam Aksi Generasi Iklim atau Generation Hope Campaign. Sebagai Child Campaigner dan kemudian fasilitator, ia berinteraksi dengan anak-anak dan komunitas yang terdampak perubahan iklim.
“Melalui kegiatan bersama anak-anak petani, saya melihat secara langsung bagaimana kekeringan dan hujan ekstrem dapat memengaruhi pangan, kesehatan, dan pendidikan. Pengalaman tersebut membantu saya menyampaikan bahwa perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu hak anak dan pembangunan,” katanya.
Mewujudkan Partisipasi Anak
Dalam sesi tersebut, Rasid juga menyampaikan pandangannya mengenai hal yang perlu dilakukan orang dewasa agar partisipasi anak benar-benar bermakna.
Menurutnya, mendengarkan anak tidak cukup hanya dengan mengundang mereka dalam konsultasi atau meminta pendapat. Anak perlu mengetahui bagaimana suara mereka dapat memengaruhi keputusan dan apa yang dilakukan terhadap masukan yang telah diberikan.
“Para pemimpin Save the Children perlu melakukan sesuatu yang sederhana, tetapi juga sulit: bersedia berbagi kekuasaan dengan anak-anak.”
Rasid juga menekankan pentingnya memberikan umpan balik kepada anak. Jika rekomendasi anak diterima, mereka perlu mengetahui perubahan yang terjadi. Jika tidak dapat diterapkan, anak juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai alasannya.
Dalam kesempatan tersebut, Rasid menyampaikan pesan kepada para pemimpin Save the Children untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi anak dalam proses pengambilan keputusan.
Keterlibatan Rasid dalam Children’s Panel menjadi bagian dari upaya Save the Children untuk memperkuat partisipasi anak dan memastikan suara anak turut dipertimbangkan dalam berbagai keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka.
