Bencana banjir yang melanda Kabupaten Gorontalo Juni lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah-rumah warga, tetapi juga memengaruhi kehidupan anak-anak di wilayah tersebut. Dalam rangka mendukung pemulihan anak-anak yang terdampak, Save the Children Indonesia bersama Salam Puan telah menggelar serangkaian kegiatan yang berfokus pada kesehatan, psikososial, dan pendidikan untuk memastikan mereka dapat kembali belajar dan beraktivitas dengan normal.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelaksanaan Pendidikan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lima sekolah di Kabupaten Gorontalo. Sebanyak 560 siswa dari sekolah-sekolah tersebut mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, dan mencuci tangan dengan benar. Kegiatan ini harapannya dapat membantu para siswa menjaga kesehatan di lingkungan yang berisiko tinggi terkena penyakit akibat banjir.

Salah anak yang ikut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan, “Senang belajar bersama kakak-kakak,” ujar Erka (7). Ia senang mengikuti sesi edukasi dengan bermain dan praktek langsung di Sekolah.
Selain aspek kesehatan fisik, Save the Children dan Salam Puan juga mengadakan Kegiatan dukungan psikososial (PSS) untuk membantu anak-anak yang mengalami trauma akibat banjir. Kegiatan ini diadakan di salah satu sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 141 siswa.
Dalam sesi tersebut, anak-anak berpartisipasi dalam berbagai aktivitas untuk membantu mereka mengatasi stres dan ketakutan pasca bencana. Salah satu orang tua siswa menyampaikan kesyukurannya, “Anak-anak menjadi lebih semangat dan membuat pikiran terbuka dengan adanya kegiatan ini,” ungkap Marsela (28).
Pendekatan psikososial ini penting untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi mental mereka setelah Banjir Gorontalo sehingga dapat kembali fokus pada pendidikan dan kembali bermain tanpa beban psikologis.

Selain fokus pada kesehatan fisik dan mental, Save the Children dan Salam Puan juga memastikan bahwa anak-anak yang terdampak banjir tetap memiliki akses ke pendidikan. Sebanyak 565 siswa di lima sekolah telah menerima bantuan Back to School Kit yang berisi perlengkapan sekolah seperti tas, buku, dan alat tulis. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga yang terdampak banjir, sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap semangat kembali bersekolah.
“Alhamdulillah dengan adanya ini masyarakat yang terkena dampak banjir, bisa mengurangi adanya beban kebutuhan mereka seperti bantuan pada anak sekolah,” ungkap Rianti (30), salah satu orang tua anak yang mendapatkan Back to School Kit.
Bantuan perlengkapan sekolah ini harapannya dapat membantu memfasilitasi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan mereka tanpa gangguan, meskipun dalam kondisi yang sulit.
Kolaborasi antara Save the Children Indonesia dan Salam Puan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa anak-anak yang terdampak banjir Gorontalo mendapatkan perhatian khusus, baik dari segi kesehatan, psikologis, maupun pendidikan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, anak-anak ini dapat pulih sepenuhnya dan melanjutkan kehidupan mereka.
Wiwied Trisnadi, Senior Manager Humanitarian Operation and Supply Chain dari Save the Children menegaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan anak-anak, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental, sehingga mereka bisa kembali belajar dan bermain dengan baik paska banjir yang terjadi.”
“Program bersama Save the Children ini sangat baik atensinya dari warga sekolah khususnya siswa-siswa, menyemangati mereka untuk ke sekolah. Secara kelembagaan, Salam Puan terbantu dalam meluaskan jangkauan intervensi. Salam Puan juga sudah membuat MOU dengan beberapa sekolah dalam pendampingan agenda ekstrakurikuler sekolah,” tambah Asri Nazamuddin, Direktur Salam Puan.

Upaya ini mencerminkan pentingnya peran aktif berbagai pihak dalam menjaga hak-hak anak, terutama dalam situasi darurat. Dengan langkah-langkah pemulihan yang terencana dan dukungan yang tepat, anak-anak yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk bangkit dan menatap masa depan dengan penuh harapan.