Cerita Program

Program BASAMO dari Save the Children dan WWF-Indonesia untuk Anak dan Lingkungan yang Lebih Baik

Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, adalah rumah bagi berbagai satwa liar yang dilindungi dan mendukung kehidupan manusia. Namun, kawasan ini menghadapi tekanan dari praktik pengelolaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dan ekspansi lahan sawit, yang mengancam keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologi.

Dampak lain dari praktik komoditas tidak berkelanjutan adalah keterlibatan anak sebagai ‘buruh anak’. Hal ini dapat menghalangi anak dari pendidikan dan membatasi hak-hak mendasar mereka. Anak rentan terhadap masalah perlindungan, seperti eksploitasi, kekerasan, dan pengurangan akses belajar.

Untuk mengatasai hal tersebut, Save the Children bersama WWF-Indonesia mencanangkan Program Build and Empower Riau Children and Community for Sustainable Agriculture and Impactful Actions on Education in Kuantan Singingi (BASAMO), yang bertujuan untuk memperkuat pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan anak serta masyarakat di Riau.

Berikut beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan.

Pembuatan eco enzyme

Eco Enzyme adalah cairan serbaguna yang ramah lingkungan, dibuat dari fermentasi sampah organik seperti buah, sayuran, daun kering, dan sisa tanaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang termasuk dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS), sehingga anak-anak belajar pentingnya daur ulang, mengurangi limbah, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Sustainability class atau pengenalan kehidupan lestari

Sesi pengenalan pembangunan berkelanjutan di sekolah mengajarkan siswa tentang kehidupan yang ramah lingkungan melalui metode bermain. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) sangat penting untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan kerusakan alam. Selain pengetahuan tentang keberlanjutan, siswa juga diajarkan tentang hak-hak anak, perlindungan, serta kesetaraan gender. 

Perjalanan  mematri asa lestari di jantung Sumatera masih panjang; perjuangan baru dimulai. Mari kita lebih peduli terhadap lingkungan karena setiap langkah kecil yang kita ambil untuk menjaga habitat bisa membawa perubahan besar bagi masa depan anak-anak.

Scroll to Top