Cerita Penggerak

Pengalaman Marni Silalahi dalam Respons Bencana di Aceh

Artikel ini ditulis oleh Marni Silalahi, staf Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save the Children.

Di penghujung tahun 2016, saya merasa mendapatkan pengalaman luar biasa ketika mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Aceh Earthquake Response Team.

Menyusul gempa sebesar 6.4 SR yang melanda Aceh pada tanggal 7 Desember 2016, Bang Ronald dari tim humanitarian segera menuju lokasi sehari setelahnya, disusul saya dan Pak Zubedy yang menyusul pada tanggal 9 untuk memulai asesmen kebutuhan dan melakukan koordinasi untuk sektor pendidikan dan perlindungan anak.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2016, saya berkesempatan mengikuti pelatihan Education in Emergency yang diadakan oleh Save the Children Asia Regional Office.  Melalui respons Aceh ini, saya melihat sebuah kondisi nyata di lapangan tentang kebutuhan dan tantangan-tantangan pendidikan di masa darurat, dan sebuah kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan dan latihan yang saya peroleh waktu itu.

Save the Children adalah co-lead untuk Education in Emergency di Indonesia. Bersama UNICEF, Save the Children akan mendampingi Kemendikbud untuk mengorganisir klaster pendidikan.  Itulah salah satu hal yang menjadi tugas staf yang dikirim di tahap awal respons. Ketika berada di Pidie Jaya, kabupaten yang paling terdampak oleh bencana ini, saya baru merasakan tantangan untuk melaksanakan tugas di tahap pertama ini.

Saat itu, klaster pengungsian dan perlindungan anak  (PP) sudah aktif, dengan dukungan dari klaster nasional yang juga berada di lapangan. Walaupun Mendikbud sudah mengunjungi lokasi sebelumnya,  klaster pendidikan saat itu belum aktif.  Data tentang dampak di sektor pendidikan masih kurang dan program kerja para pegiat pendidikan belum terkoordinasi sehingga tim pendidikan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (saat itu baru ada saya dan Imran) menginisiasi pertemuan koordinasi untuk sektor pendidikan yang pertama. 

Selain itu,  YSTC turut menyampaikan kebutuhan aktivasi klaster pendidikan di tingkat kabupaten. Respons cepat dari tim Kemendikbud pun tiba, menyusul kedatangan Menteri Pendidikan dan tim yang terdiri dari tim direktorat PKLK (Pendidikan Khusus dan layanan Khusus) Dikdasmen dan PAUD Dikmas.  Senang sekali, pos klaster pendidikan didirikan di tanggal 17 Desember 2016.

Beberapa kegiatan untuk respons pendidikan pun dipersiapkan untuk hari masuk sekolah kembali yang ditetapkan di tanggal 27 Desember. Bersama Fandi, staf komunikasi kantor nasional, kami meminta persetujuan Pak Mendikbud untuk media KIE kampanye kembali ke sekolah. Beliau setuju, bahkan menyarankan agar himbauan kembali ke sekolah disampaikan atas nama Presiden. Koordinasi rutin dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag pun berlanjut untuk mengadakan Joint Education Need Assessment di 150 SD dan lembaga PAUD.

Bersama Sofwan, MEAL Coordinator, kami merancang instrumen dan mengadakan pelatihan untuk enumerator. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, UNICEF, dan teman-teman NGO lain (WVI, MDMC, Dompet Dhuafa, dll) untuk mengkampanyekan kembali ke sekolah dilakukan melalui kegiatan child friendly spaces atau ruang ramah anak serta talkshow di radio.

Tidak kalah penting tentunya, YSTC mendirikan tenda-tenda sekolah darurat sebagai ruang belajar siswa sebelum ruang kelas sementara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum selesai.  Sebagai puncaknya, perayaan Kampanye Kembali ke Sekolah dilakukan pada hari resmi kembali ke sekolah sesuai kalender akademik Pidie Jaya pada tanggal 27 Desember. Bertempat di salah satu sekolah terdampak di Jiem-Jiem, dihadiri oleh Bupati, Kemendikbud, BNPB, Dinas Pendidikan, dan anggota klaster pendidikan lainnya.

Pengalaman ini membuat saya lebih menjiwai mandat ganda untuk bekerja di sektor development dan humanitarian. Melihat isu-isu pendidikan secara lebih luas lagi dan saling terkait, sungguh merupakan kebanggaan menjadi bagian dari tim yang selalu semangat dan kompak. Terima kasih untuk dukungan dari kantor Save the Children di Indonesia dan sukses untuk Aceh Response Team!

Scroll to Top