Cerita Perubahan

Pemulihan Pendidikan di SLB Pascabencana: Kisah Azam Kembali Belajar

Enam bulan pascabencana banjir dan longsor melanda Sumatra, banyak anak masih berupaya kembali menjalani rutinitas mereka, termasuk Azam* (12), seorang anak dengan disabilitas intelektual yang bersekolah di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) terdampak bencana.

Bangunan sekolah Azam sempat terendam air hingga dua meter. Lumpur memenuhi ruang kelas dan berbagai fasilitas sekolah. Akibatnya,kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan selama hampir satu bulan sambil menunggu proses pembersihan selesai.

Pada saat yang sama, banjir juga merendam rumah Azam. Menurut Ani*, ibu Azam, keluarganya kehilangan hampir seluruh barang yang dimiliki, termasuk perlengkapan dan seragam sekolah milik Azam dan kakaknya.

“Tidak ada yang tersisa selain baju yang menempel di badan,” kenang Ani.

Kembali Bertemu Teman dan Guru

Sebulan pascabencana, akhirnya sekolah Azam Kembali dibuka. Ani Kembali mengantarkan Azam untuk belajar seperti biasa. Meski datang tanpa membawa alat tulis, Azam terlihat bersemangat karena dapat kembali bertemu teman-teman dan gurunya.

“Bertemu dengan teman-teman sekolah dan gurunya untuk kembali belajar mengembalikan semangatnya kembali ke sekolah,” tutur Ani, yang setiap hari mengantar dan menemani Azam bersekolah hingga waktu pulang.

Bagi Azam dan anak-anak lainnya, kembali ke sekolah bukan hanya untuk melanjutkan pelajaran, tetapi juga kembali menjalani rutinitas yang membuat mereka merasa nyaman dan aman setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana.

Tas Sekolah yang Membawa Semangat Baru

Semangat itu semakin terpancar ketika Azam menerima Back to School Kit dari Save the Children. Dengan wajah bahagia, ia membuka tas tersebut dan melihat berbagai perlengkapan belajar di dalamnya, mulai dari buku, pensil, penghapus, penggaris, hingga perlengkapan sekolah lainnya yang sangat dibutuhkan untuk kembali belajar.

Bagi Ani yang merupakan ibu tunggal, bantuan perlengkapan sekolah ini sangat berarti. Selain membantu memenuhi kebutuhan belajar anak-anaknya, bantuan tersebut juga meringankan beban pengeluaran keluarga yang masih berupaya bangkit setelah bencana.

Mendukung Anak Kembali Mendapatkan Hak atas Pendidikan

Sebagai bagian dari respons kemanusiaan pascabencana, hingga Save the Children telah mendistribusikan 5.179 Back to School Kit kepada anak-anak di enam kabupaten di Aceh dan Sumatra Utara yang terdampak banjir, termasuk murid-murid di sekolah Azam.

Melalui dukungan ini, Save the Children membantu memastikan anak-anak yang terdampak bencana, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, dapat kembali belajar dan memperoleh hak mereka atas pendidikan yang aman dan layak.

Save the Children terus mendampingi anak-anak dan keluarga terdampak bencana melalui dukungan pendidikan, perlindungan anak, akses air bersih, dan bantuan kemanusiaan lainnya. Mari bersama membantu lebih banyak anak seperti Azam kembali belajar dan membangun harapan untuk masa depan. Dukung upaya kami melalui halaman donasi Save the Children Indonesia.

*nama diubah untuk perlindungan

Scroll to Top