Berita

Lima Tahun Memperkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Mars Wrigley dan GIZ

Upaya mewujudkan ketahanan keluarga dan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan. Di wilayah penghasil kakao di Sulawesi Selatan, kedua hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun komunitas yang lebih adil, aman, dan berdaya.

Sejak tahun 2021, Save the Children Indonesia bersama PT Mars Wrigley telah mengimplementasikan program perlindungan anak di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur. Program ini berfokus pada penguatan sistem perlindungan anak yang berkelanjutan, sekaligus menekan risiko pekerja anak dalam rantai pasok kakao.

Upaya ini kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) sejak tahun 2023 melalui Program GrowHer Cocoa. Program ini mendorong pemenuhan hak perempuan, memperkuat kepemimpinan perempuan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi dan transformasi norma sosial di tingkat komunitas.

Selain itu, melalui kemitraan dengan Cargill Cocoa & Chocolate, Save the Children juga menjalankan Program EMPOWER di Kabupaten Soppeng pada periode 2023–2026. Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan anak melalui penguatan sistem perlindungan anak berbasis komunitas dalam rantai pasok kakao.

Komitmen Bersama dalam Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan di Rantai Pasok Kakao

Berbagai inisiatif tersebut telah menunjukkan capaian yang signifikan. Lebih dari 3.900 anak telah mendapatkan layanan perlindungan melalui mekanisme komunitas yang diperkuat. Kesadaran akan praktik pengasuhan positif juga meningkat, dengan ratusan pengasuh mulai menerapkan pendekatan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak.

Di tingkat kebijakan, dukungan pemerintah daerah juga semakin kuat. Hal ini terlihat dari hadirnya regulasi seperti Peraturan Bupati terkait penanganan kasus, surat edaran pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), hingga peningkatan alokasi anggaran yang mencapai lebih dari Rp557 juta di dua kabupaten.

Tidak hanya itu, pemberdayaan ekonomi perempuan juga mengalami kemajuan. Sebanyak 180 kelompok tabungan telah terbentuk, serta 68 kelompok usaha perempuan dan perempuan muda berkembang di wilayah program. Perempuan juga semakin aktif dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas, dengan puluhan usulan yang berhasil diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

Penyelenggaraan Cocoa Project Learning Event sebagai Ruang Belajar Bersama

Seiring mendekati akhir siklus program, Save the Children Indonesia akan menyelenggarakan Cocoa Project Learning Event di tingkat provinsi sebagai ruang berbagi pembelajaran dan refleksi bersama para pemangku kepentingan.

Kegiatan ini berlangsung pada 31 Maret 2026 dan menghadirkan sekitar 175 peserta dari berbagai unsur, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga perwakilan komunitas. Melalui forum ini, berbagai capaian, pembelajaran, serta praktik baik akan disebarluaskan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi di wilayah penghasil kakao lainnya.

“Kami percaya bahwa cokelat yang kita nikmati seharusnya tidak menyisakan pahit bagi masa depan anak-anak. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, kami telah membuktikan bahwa penguatan sistem perlindungan anak berbasis komunitas dan pemberdayaan ekonomi perempuan adalah kunci untuk mendukung kesejahteran anak-anak di rantai pasok kakao. Tugas kita sekarang adalah memastikan praktik baik ini bisa direplikasi dan menjadi standar di seluruh wilayah penghasil komoditas di Sulawsi Selatan,” ungkap Ihwana Mustafa, Senior Manager Agriculture Portofolio Lead Save the Children Indonesia.

Lebih dari sekadar diseminasi hasil, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak, khususnya dari risiko pekerja anak, serta memperluas upaya pemberdayaan perempuan.

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam memastikan bahwa perubahan yang telah dibangun dapat terus berlanjut. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan praktik baik ini dapat diperluas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi anak-anak dan keluarga di Indonesia.

Scroll to Top