Ditulis oleh: Laras, pelajar SMK dan anggota Youth Advisory Council – Skills to Succeed dari Jawa Timur.
Saya berhasil mengubah kebiasaan buruk saya menjadi kebiasaan baik setelah mengikuti pelatihan Pembelajaran Sosial-Emosional atau Social-Emotional Learning (SEL).
Ketika saya pertama kali menjadi murid SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), saya merasa cemas dengan lingkungan baru. Saya khawatir akan sulit beradaptasi dan tidak akan memiliki teman. Namun, saya akhirnya berusaha beradaptasi dan menemukan seorang teman, meskipun rasa takut itu masih menghantui pikiran saya.
Ketakutan dan kecemasan sering mengganggu saya. Misalnya, ketika diberikan tugas untuk membuat drama tradisional dalam bahasa Inggris, saya hampir menyerah karena takut gagal dan malu berada di depan teman-teman. Namun, saya memutuskan untuk mengatasi rasa takut itu dan berhasil tampil dengan baik, bahkan meraih nilai memuaskan.
Masalah lain yang sering saya hadapi adalah overthinking di malam hari, terutama ketika sendirian dengan ponsel saya. Pelatihan Social-Emotional Learning (SEL) dari Program Kesiapan Kerja – Skills to Succeed membantu saya mengubah kebiasaan buruk ini menjadi kebiasaan baik. SEL mengajarkan saya pentingnya mengelola emosi dan mengatasi rasa takut serta kecemasan. Melalui pelatihan SEL, saya belajar untuk mengidentifikasi dan mengenali emosi negatif yang muncul, seperti rasa takut dan kecemasan. Saya juga belajar teknik-teknik efektif untuk menangani emosi ini, seperti pernapasan dalam dan refleksi diri.
Selain itu, SEL memberikan saya keterampilan sosial yang penting. Saya belajar untuk berkomunikasi dengan efektif, mendengarkan dengan empati, dan membangun hubungan yang sehat dengan teman-teman sekelas. Ini membantu saya merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain.
Dengan mengintegrasikan SEL ke dalam kehidupan sehari-hari, saya menyaksikan perubahan signifikan. Saya menjadi lebih berani dalam menghadapi tantangan dan mengambil risiko. Saya juga mampu mengelola stres dan tekanan.
Sekarang, saya tidak lagi terlalu khawatir dengan kegagalan atau penilaian orang lain. Saya telah belajar untuk fokus pada pertumbuhan pribadi dan percaya pada diri sendiri. Saya menjadi lebih optimis dan memiliki pandangan yang lebih positif terhadap diri saya dan masa depan.
Sebagai kesimpulan, pelatihan Social-Emotional Learning (SEL) telah membantu saya mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Saya belajar mengelola emosi, mengatasi rasa takut dan kecemasan, serta mengembangkan keterampilan sosial yang positif. Selain itu, saya juga memperoleh rasa percaya diri dan perspektif yang lebih positif terhadap diri saya.
