Save the Children dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta mengadakan program pelatihan manajemen stres bagi remaja dan cara mengatasinya. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Dukungan Psikososial dan Kesehatan Jiwa yang didukung oleh Hanwha Life.
Pelatihan untuk kelompok pertama telah diadakan di Jakarta pada 18 November 2023. Pesertanya sekitar 20 anak-anak remaja dari forum-forum anak di DKI Jakarta, Jakarta Pusat, dan Kecamatan Cipayung. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membangun kesadaran tentang apa itu stres, pemicu stres, dan bagaimana cara menanganinya, khususnya bagi remaja.
“Program ini merupakan kerja sama antara Hanwha Life, Save the Children Indonesia, dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP). Selain kerja sama pembangunan konstruksi, kami juga melakukan pelatihan tentang kesehatan mental untuk anak-anak remaja,” kata Leonard Benny, Koordinator Program Dukungan Psikososial dan Kesehatan Jiwa dari Save the Children Indonesia.
“Kegiatan ini akan dibagi dalam tiga kelompok dan dilaksanakan setiap Sabtu, dimulai dari hari ini (18 November). Harapannya, ini dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang kesehatan mental dan membantu mereka mengelola stres mereka,” lanjutnya.
Dalam pelatihan hari pertama, kegiatan dibagi ke dalam dua sesi. Cinintya Dewi, seorang psikolog klinis anak dan remaja, menyampaikan sesi pertama dengan pemaparan tentang pengertian stres, penyebab, respons, dan cara menangani. Dalam sesi kedua, Dimas Astu, konselor NAPZA dan HIV-AIDS dari Pusat Konsultasi Keluarga (PUSPA), berbagi tentang praktik teknik grounding atau “penstabilan” bersama dengan peserta. Materi-materi ini dapat membantu perkembangan psikologis remaja.
“Tanpa kita sadari, walaupun remaja kelihatan sepertinya sudah cukup besar dan mereka mulai mandiri, sebenarnya mereka jauh lebih stres dibandingkan usia-usia perkembangan lain. Mereka adalah kelompok yang berisiko mengalami stres tanpa penanganan dan kalau mereka bisa mengelola stres dengan baik, mereka bisa lebih bahagia,” jelas Cinintya.
Dimas Astu menambahkan, “Pelatihan ini penting karena remaja itu juga calon bapak dan ibu. Kalau dia sendiri tidak tahu cara mengelola stres, entah ke depan mereka seperti apa.”
Acara hari pertama ditutup dengan evaluasi kegiatan dan makan bersama.
Syakira, salah satu anak peserta bercerita, “Tentu saya sangat senang karena telah diberikan ilmu oleh kakak-kakak yang keren abis dan ilmunya berguna banget. Tadi saya belajar tentang stres dan cara menangani. Dari diskusi tadi, ada beberapa cara yang ingin saya terapkan kalau sedang mengalami stres, seperti mendengarkan lagu-lagu. Di sekolah, banyak juga teman-teman yang dapat mengalami stres seperti saya. Tadi saya juga belajar gimana menangani teman yang lagi butuh bantuan. Ke depan, saya jadi lebih tahu cara menangani stres pada usia remaja.” •