
Banjir kembali melanda sebagian wilayah di Kabupaten Bandung pada awal April 2020. Pada saat yang sama, masyarakat sedang membatasi interaksi sosial langsung untuk menghadapi pandemi COVID-19.
Situasi ini membuat para warga terdampak banjir, termasuk anak-anak, menjadi lebih berisiko terpapar virus penyebab Covid-19. Padahal, mereka juga harus menghadapi berbagai dampak buruk banjir.
Tim respons Save the Children ikut membantu mereka mengatasi persoalan itu dengan mendistribusikan bantuan paket kebersihan. Pada Kamis, 23 April 2020, sebanyak 200 paket kebersihan diberikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Kemudian paket-paket diserahkan kepada anak-anak terdampak banjir di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot melalui jejaring pemerintah setempat. Pemilihan bentuk distribusi ini tentu didasari pertimbangan untuk membatasi perjumpaan fisik dengan banyak orang.
Setiap paket kebersihan berisi aneka alat mandi untuk anak-anak, sabun cuci tangan, dan masker. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, DR. H. Juhana, M.MPd., menerima paket-paket tersebuf, mewakili 200 anak sekolah yang sebelumnya sudah didata.
“Insyaallah kami akan sampaikan kepada mereka agar ini bisa dimanfaatkan. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Save the Children,” kata Juhana.
Selain mewakili serah terima bantuan, Juhana juga bercerita pada tiga staf Save the Children tentang manfaat kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), terlebih dalam situasi pandemi seperti sekarang. Dia ingat bahwa tujuh tahun silam, Save the Children dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pernah berkolaborasi membuat kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah-sekolah. Salah satu materi PHBS adalah mencuci tangan dengan sabun dan air.
“Dulu pikiran saya, (kampanye) ini biasa-biasa saja. Kita coba sosialisasikan kepada setiap sekolah, ‘Semua anak dan guru harus cuci tangan pakai sabun.’ Luar biasa, sekarang musim (virus) corona, justru kita sudah sangat siap,” ungkap Juhana.
“Sekarang (kami) sudah terbiasa dan semakin yakin kalau cuci tangan pakai sabun itu penting dilakukan, (terutama) dalam waktu-waktu yang lebih strategis. Mau makan, setelah makan, mau minum, atau setelah berhubungan dengan orang dan pegang benda-benda yang dipandang rawan kotor, cucilah tangan pakai sabun,” lanjut dia.
Menurut laporan resmi, wabah Covid-19 dideteksi pertama kali di Tiongkok pada Desember 2019 dan ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO pada 11 Maret 2020. Hingga 27 April 2020, tercatat sudah ada lebih dari 3 juta kasus Covid di seluruh dunia dan lebih dari 9.000 kasus berada di Indonesia. Dari 9.000-an itu, sebanyak 765 pasien meninggal, 1.151 pasien dinyatakan sembuh, dan ribuan lain masih dalam perawatan.