Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Youth Center Manis Mata di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengambil langkah berani untuk memberikan dukungan sebaya bagi remaja di wilayah mereka. Mereka menggelar kampanye edukasi ke sekolah-sekolah untuk melawan maraknya perkawinan anak, penyalahgunaan narkoba, serta judi online. Aksi kolaboratif ini didampingi oleh Save the Children Indonesia dan Yayasan Usaha Lestari Negeri (ULIN), serta didukung penuh oleh pendanaan dari Cargill.
“Melihat situasi perkawinan anak, narkoba, dan judi online yang makin memprihatinkan, kami berinisiatif untuk bergerak dari satu sekolah ke sekolah lain untuk mengampanyekan bahaya dari hal-hal tersebut,” ungkap Nubertus Hudy (23), Ketua Youth Center Manis Mata.
Youth Center adalah wadah atau ruang yang aman dan inklusif, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat resiliensi orang muda dalam menghadapi kerentanan ekonomi dan sosial.
Kampanye yang diinisiasi oleh Youth Center Manis Mata ini menyasar siswa sekolah menengah guna memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko besar di balik perkawinan anak, narkoba, dan judi online.
Lewat permainan peran, video interaktif, dan diskusi kelompok, para siswa diajak berlatih langsung untuk berkata ‘tidak’ pada ajakan yang merugikan. Metode ini terbukti efektif mengubah persepsi para remaja di lapangan.
“Masa remaja itu adalah masa untuk sekolah dan bermain, bukan untuk menikah. Aku baru sadar kalau perkawinan usia anak bisa merusak masa depan, termasuk pendidikan dan kesehatan,” ungap DIP (17), salah satu siswa peserta kampanye.
Selain dibekali kontak darurat dan tata cara melapor bila mendapat tekanan, para peserta juga diajak melindungi lingkungan terdekatnya. DIP (17), misalnya, langsung membagikan edukasi yang ia dapatkan dari kampanye tersebut kepada keluarganya di rumah.
Pihak sekolah menyambut baik aksi ini dan berkomitmen memasukkan materi-materi terkait bahaya perkawinan anak, narkoba, dan judi online ke dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memastikan anak-anak bisa tumbuh di lingkungan yang aman.
Sebagai bentuk keberlanjutan, Youth Center Manis Mata berencana membentuk komunitas kesehatan remaja (pelopor) di setiap sekolah yang telah dikunjungi. Komunitas ini berfungsi sebagai wadah pemantauan sekaligus pelaporan awal jika terindikasi ada siswa yang berpotensi terlibat dalam masalah perkawinan anak, narkoba, atau judi online. Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti bersama pendampingan dari Save the Children Indonesia dan Yayasan ULIN.
