CIMAHI – Usaha yang inklusif memberikan kesempatan kerja bagi orang muda dengan disabilitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, Save the Children dimoderatori oleh IBU Foundation mengadakan kegiatan sosialisasi serta koordinasi dengan pemangku kepentingan dari Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial dan Dinas UMKM, serta para pelaku usaha. Kegiatan berlangsung di Cimahi, 20 Desember 2022 lalu.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan agar terciptanya komunikasi yang baik dari setiap instansi, sehingga cita-cita untuk mewujudkan lingkungan inklusif dan ramah disabilitas di Kota Cimahi dapat terwujud.
Kegiatan yang dibalut dalam bentuk talkshow ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan audiensi ke Dinas Tenaga Kerja pada Oktober 2022 lalu. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menyambut hari Ibu Nasional bertepatan pada tanggal 22 Desember, dan juga perayaan Hari Disabilitas Internasional 3 Desember. Dalam pelaksanaan kegiatan ini IBU Foundation berkerjasama dengan Biofarma dan juga Radio Voks, untuk menyelanggarakan serangkaian acara terkait kesehatan Ibu dan juga anak dengan disabilitas.

Drs. Yanuar Taufik, MM. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, yang turut hadir menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menerima masukan dan kolaborasi dengan para pelaku usaha, dalam mewujudkan lingkungan kerja inklusif untuk tenaga kerja dengan disabilitas.
“Jangan lupa, bahwa pelaku usaha wajib menyediakan lapangan pekerjaan paling sedikit 1% untuk orang dengan disabilitas,” tegas Yanuar.
Sementara itu, Asep Maryadi, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Cimahi menyampaikan bahwa pihaknya akan turut membantu pelaksanaan lingkungan kerja inklusif ini.
“Kami menawarkan kepada SLB di Cimahi untuk bersedia mengarahkan kami. Kami akan memberikan pelatihan di bidang entrepreneur. Jadi tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi anak-anak disabilitas bisa menjadi pelaku usaha,” jelasnya.
Sebelumnya, bentuk perwujudan lingkungan kerja inklusif ini ditempuh Save the Children melalui Program Skills to Succeed, di mana orang muda disabilitas diberikan pelatihan pra-kerja di sekolah, hingga magang langsung di tempat kerja.
“Butuh kerja erat antara sekolah, orang tua, BKK (Bursa Kerja Khusus) Disabilitas, pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai stakeholder pemangku kepentingan untuk dapat memberikan kesempatan bekerja bagi orang muda disabilitas,” Jelas Evie Woro Yulianti, Program Manager Skills to Succeed.
