Membantu Faskes Lebih Siap Menghadapi Ancaman Gelombang Ketiga COVID-19

Arni* (nama disamarkan) – (Foto: Creative Goods Inc. / Save the Children)

Menjadi arsitek adalah impian Arni* (17), seorang anak perempuan pelajar SMA di Papua Barat. Arni telah berencana, setelah lulus nanti, dia akan melanjutkan kuliah dan tinggal di kota tempat ayahnya bekerja. Namun, impian tersebut tiba-tiba menjadi samar sejak bulan Juni 2021, ketika dia harus menerima dan merelakan kepergian ayahnya yang meninggal setelah terinfeksi COVID-19. Sang ayah adalah harapan Arni untuk dapat mendukungnya menjemput impian menjadi arsitek.

Ayah Arni meninggal di sebuah Puskesmas setelah 10 menit terbaring di unit gawat darurat yang peralatannya minim. Pada hari yang sama, ada lebih dari 15 pasien di sana. Padahal, kapasitas maksimal fasilitas kesehatan ini hanyalah 5 pasien. Ayah Arni dan pasien-pasien lain sangat membutuhkan oksigen tambahan hari itu, tetapi suplai oksigen sangat terbatas. Saat itu, Arni serta ibu dan saudaranya juga positif COVID-19 sehingga harus menjalani isolasi mandiri dan perawatan di rumah selama tiga pekan.

Puskesmas ini adalah satu-satunya fasilitas kesehatan terdekat di area tersebut. Fasilitas kesehatan lain yang terdekat berjarak 2-3 jam perjalanan menuju kota. Selama bulan Juni-Agustus 2021, tercatat Puskesmas di dekat tempat tinggal Arni harus menampung sedikitnya 184 pasien COVID-19. Sementara itu, peralatan pendukung seperti oksigen tambahan dan alat tes COVID-19 sangat terbatas.

Distribusi peralatan medis di salah satu Puskesmas di Papua Barat (Foto: Creative Goods Inc. / Save the Children)

Pada Desember 2021, Save the Children Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat mendistribusikan peralatan medis dan alat pelindung diri (APD) kepada rumah sakit, Puskesmas, dan komunitas di Papua Barat, termasuk Puskesmas di dekat tempat tinggal Arni. Barang-barang ini termasuk 15 konsentrator oksigen, 20 tabung oksigen, 18 oksimeter nadi, 160 paket tes rapid antigen, 245 boks masker medis, serta beberapa APD lain. Distribusi ini adalah bagian dari kegiatan Respons COVID-19 oleh Save the Children Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Australia Barat.

Bantuan ini ditujukan untuk membantu fasilitas kesehatan lebih siap menghadapi ancaman lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, seperti yang pernah terjadi pada pertengahan 2021. Jika jumlah kasus gejala berat atau bahkan kematian akibat COVID-19 dapat ditekan, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang kehidupannya terancam karena kehilangan orangtua atau pengasuh mereka.

Scroll to Top