Berita

Membangun Kolaborasi Perlindungan dan Kesejahteraan Anak, Perempuan, dan Keluarga di Provinsi Sulawesi Selatan

Save the Children Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Lokakarya Kemitraan Program bertajuk “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Komunitas Tangguh di Luwu Raya” pada 29 Oktober 2026 di Makassar. Lokakarya ini bertujuan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra dalam ekosistem pemenuhan hak anak, perlindungan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Kolaborasi ini melanjutkan kehadiran program perlindungan anak Save the Children di Sulawesi Selatan sejak 2015.

Pada tahun 2026, terdapat tiga program utama Save the Children dan mitra di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Pertama adalah Healthier Smiles, program untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut serta praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak. Kedua adalah ELEVATE, program untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender (KBG). Ketiga adalah Women R.I.S.E., program untuk meningkatkan keberdayaan ekonomi perempuan dan mendorong kemandirian desa dalam pertanian kakao.

Hingga saat ini, Program Healthier Smiles telah menunjukkan capaian signifikan dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut serta praktik PHBS anak-anak. Program ini berjalan sejak tahun 2022 dan menjangkau 50 sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi periodik 2026, program ini berhasil meningkatkan praktik kesehatan gigi, mulut, dan PHBS anak-anak menjadi 82,4%. Hal ini tak lepas dari peningkatan pengetahuan anak-anak mengenai pentingnya praktik tersebut, dari yang semula 64,4% kini menjadi 84%.

Di sisi lain, sejak Mei hingga Oktober 2026, Program ELEVATE berhasil memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender serta pemberdayaan ekonomi perempuan di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Program ini telah berhasil membentuk 15 Satgas Desa Pencegahan dan Penanganan KBG, melibatkan 250 anggota satgas dalam dialog komunitas, serta mendampingi puluhan korban KBG. Sementara itu di bidang pemberdayaan ekonomi, sebanyak 82 Kelompok Simpan Pinjam Berbasis Masyarakat (Village Savings and Loan Association — VSLA) berhasil dibentuk dengan 97% anggotanya merupakan perempuan.

Melalui Program Women R.I.S.E., sebanyak 21 VSLA berhasil dibentuk di 13 desa, menghimpun tabungan hingga lebih dari 600 juta, dan menyalurkan pinjaman hingga lebih dari 100 juta. Program ini juga berhasil mendorong perumusan Rencana Aksi Komunitas di enam desa di Luwu Timur, serta menggerakkan inisiatif swadaya seperti kebun demplot dan pengolahan kompos mandiri.

RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025–2029 menempatkan isu perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan keluarga sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Visi pembangunan “Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter” yang salah satu misi utamanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat selaras dengan program-program Save the Children.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bapak Erlan Triska, S.IP., M.Adm.Kp., mewakili Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, menegaskan pentingnya kolaborasi yang terarah ini. “Menyelaraskan program bukan sekadar duduk bersama dan mencocokkan daftar kegiatan di atas kertas. Ini tentang bagaimana kita berkomitmen agar setiap langkah dan intervensi kita bisa saling melengkapi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan,” ungkapnya.

Terkait komitmen ini, Head of Children Resilience Save the Children Indonesia, Wiwied Trisnadi, menambahkan, “Melalui kemitraan ini, kami tidak hanya berupaya meningkatkan kesehatan anak, perlindungan perempuan dari kekerasan, dan kemandirian ekonomi keluarga, kami berupaya merajut ekosistem yang aman bagi anak. Ketika anak sehat, perempuan berdaya, dan keluarga sejahtera, anak-anak dapat tumbuh dengan optimal dan meraih masa depan yang terbaik bagi mereka,” jelasnya.

Lokakarya ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dan membangun sinergi antara Save the Children Indonesia dengan pemangku kepentingan lain. Pihak Save the Children Indonesia berharap program ini bisa saling mengisi, saling menguatkan, serta semakin memperluas dampak positif yang tidak hanya terbatas di area dampingan, namun bisa menyebar dan diadaptasi di kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan.

SELESAI.

Scroll to Top