“Senang, ada buku-buku sama alat tulis buat ganti yang rusak kena banjir,” ujar Rai* (11), salah satu siswa di Aceh Timur.
Bagi Rai* dan teman-temannya, bantuan sederhana seperti buku dan alat tulis menjadi langkah awal untuk kembali menjalani aktivitas belajar setelah terdampak banjir.
Menyalakan Harapan dan Semangat Anak-anak Aceh Timur
Beberapa bulan setelah banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh Timur, kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra mulai kembali berjalan, termasuk sekolah Rai*. Namun, kondisi belum sepenuhnya pulih.
Di salah satu sekolah, masih terdapat ruang kelas dengan plafon yang rusak dan lantai yang terkelupas akibat terendam banjir. Meski demikian, siswa dan guru tetap berupaya melanjutkan proses belajar di tengah keterbatasan yang ada.
Situasi ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga dukungan berkelanjutan agar anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman.
Dukungan Pendidikan untuk Anak dan Guru

Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, Save the Children bersama Yayasan Geutanyo menyalurkan bantuan pendidikan bagi lima sekolah di Aceh Timur. Bantuan yang diberikan meliputi:
- Back to School (BTS) Kit untuk siswa
- Psychosocial Support (PSS) Kit sebanyak tiga paket untuk setiap sekolah
- Teaching Kit bagi guru dengan total 10 paket per sekolah
Selain itu, Save the Children Indonesia juga memperkuat dukungan melalui pelatihan bagi guru di Aceh Tamiang terkait modul We Thrive, yang berfokus pada dukungan psikososial bagi anak, khususnya dalam situasi pascabencana. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu guru menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan perlengkapan belajar, tetapi juga melalui penguatan kapasitas pendidik dalam mendampingi anak-anak secara menyeluruh.
Komitmen Save the Children dalam Mendukung Pemulihan Anak di Pascabencana
Save the Children Indonesia bersama mitra terus berkomitmen untuk mendukung pemenuhan hak anak, termasuk dalam situasi darurat.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memastikan setiap anak tetap memiliki akses terhadap pendidikan yang aman, layak, dan inklusif, bahkan di tengah tantangan pascabencana.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan anak- anak tidak hanya kembali ke sekolah, tetapi juga dapat memulihkan rasa percaya diri dan semangat untuk terus belajar.