Siaran Pers

Hanwha Life dan Save the Children Indonesia Luncurkan “Future Plus Indonesia” untuk Mengatasi Kerentanan Finansial di Jawa Barat

Bandung, 10 Juni 2026. Hanwha Life, melalui kemitraan strategis dengan Save the Children Indonesia, hari ini secara resmi meluncurkan ‘Future Plus Indonesia: Youth Financial Literacy Program’ (Program Literasi Keuangan Remaja) di SBM ITB, Bandung. Inisiatif percontohan selama satu tahun ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan mendesak akan peningkatan edukasi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya di Jawa Barat, sebuah wilayah yang saat ini menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya tingkat judi online dan pinjaman digital ilegal.

Meskipun tingkat inklusi keuangan di kalangan remaja Indonesia telah mencapai 57,9%, namun tingkat literasinya ternyata masih rendah, yaitu sebesar 51,7%. Kesenjangan ini menunjukkan meskipun sudah banyak generasi muda yang menggunakan layanan keuangan, mereka sering kali kurang memiliki pengetahuan yang memadai untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab.

Untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, program ini mendukung visi pemerintah dengan mentransformasikan konten literasi keuangan ke dalam modul pembelajaran digital interaktif (gamified) yang disesuaikan dengan gaya belajar remaja. Dengan menyampaikan kurikulum ini di sekolah-sekolah melalui fasilitator sebaya yang terlatih dan para penggerak remaja (youth champions), program ini akan memberdayakan generasi penerus untuk mengarungi lanskap keuangan yang kompleks dengan keterampilan dan ketahanan yang diperlukan.

Program Future Plus Indonesia berfokus pada remaja usia 15 hingga 18 tahun guna mengurangi kerentanan finansial dan membangun ketahanan ekonomi jangka panjang. Dengan mengintegrasikan ekosistem kolaboratif yang melibatkan 600 remaja dari enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 50 mentor mahasiswa dari SBM ITB, dan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) sebagai mitra industri strategis, serta para pemangku kepentingan utama termasuk Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), program ini bertujuan untuk mencetak 60 siswa SMK menjadi “Financial Champions” yang akan memimpin upaya literasi antarsebaya (peer-to-peer).

“Literasi keuangan bukan sekadar keterampilan teknis, ini adalah mekanisme perlindungan yang krusial bagi remaja di tengah ekonomi digital yang kian kompleks. Melalui kemitraan dengan Hanwha Life ini, kami tidak hanya membagikan pengetahuan keuangan yang esensial, mulai dari penyusunan anggaran hingga praktik digital yang aman, tetapi juga membangun ketahanan yang diperlukan bagi generasi muda untuk menghadapi risiko dan mengamankan masa depan yang stabil bagi diri mereka sendiri serta komunitas mereka,” jelas Evie Woro Yulianti, Senior Manager Inclusive Youth Empowerment and Urban Programming di Save the Children Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Program Future Plus Indonesia telah mengembangkan kurikulum komprehensif yang mencakup pilar-pilar penting kesehatan keuangan, termasuk manajemen risiko, kebiasaan bijak mengelola uang, dan dasar-dasar asuransi. Guna memastikan keberlanjutan program, 50 mahasiswa akan bertindak sebagai mentor yang memberikan bimbingan kepada adik-adik kelas mereka. Program ini juga menawarkan perspektif global yang menyertakan komponen undangan kunjungan ke kantor pusat Hanwha Life di Seoul, Korea Selatan, bagi mahasiswa dengan kinerja terbaik untuk mendapatkan paparan langsung mengenai inovasi keuangan internasional.

“Hanwha Life berkomitmen penuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia dengan memberdayakan aset terbesarnya, yaitu generasi muda. Future Plus Indonesia merupakan kontribusi kami terhadap Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK). Kami percaya bahwa dengan membekali para siswa dengan sarana untuk mengelola keuangan secara bertanggung jawab, kita sedang meletakkan fondasi bagi ekonomi yang berkembang dan inklusif di masa depan,” jelas Suk Hyun Lim, Executive Director and Head of Corporate Planning Division di Hanwha Life Korea.

Salah satu momen penting dalam seremoni tersebut adalah penandatanganan papan komitmen bersama antara Hanwha Life, Save the Children, Bappenas, AFTECH, dan SBM ITB yang didukung dan disaksikan oleh OJK. Penandatanganan ini meresmikan kerangka strategis dan operasional, memastikan kelancaran pertukaran keahlian serta pendanaan untuk mendukung implementasi program di tingkat lokal dan program pendampingan yang dipimpin oleh universitas. Acara peluncuran ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai kementerian dan mitra sektor swasta, yang menegaskan komitmen multisektoral untuk memaksimalkan bonus demografi Indonesia melalui kelompok pemimpin muda yang cakap secara finansial.

Selesai.

Catatan untuk Editor:

Tentang Save the Children Indonesia

Save the Children percaya setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, Save the Children melakukan apapun yang harus dilakukan, setiap hari dan saat krisis, agar anak-anak mendapatkan pemenuhan hak atas hidup yang sehat, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan. Pakar kami pergi ke tempat yang paling sulit dijangkau di mana sangat sulit untuk menjadi anak-anak. Save the Children memastikan kebutuhan unik anak-anak terpenuhi dan suara mereka didengarkan. Bersama anak-anak, keluarga dan masyarakat, serta pendukung di seluruh dunia, kami mencapai hasil berkelanjutan untuk jutaan anak. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah yang pertama dan terkemuka di dunia organisasi independen untuk pemenuhan hak anak—mengubah kehidupan dan masa depan kita bersama.

 

Scroll to Top