Berita

Festival Pahlawan Anak 2026: Merayakan 50 Tahun Bersama Anak Indonesia

Festival Pahlawan Anak 2026 menghadirkan beragam pengalaman bagi anak, keluarga, dan masyarakat selama empat hari di 13-16 Agustus 2026, bertempat di Main Atrium Gandaria City, Jakarta.

Festival ini menjadi bagian dari perayaan 50 tahun Save the Children di Indonesia, dengan mengusung tema Act Now, Save Lives. Festival ini mengajak pengunjung melihat lebih dekat berbagai tantangan yang dihadapi anak, terutama dalam situasi krisis, sekaligus memahami bagaimana setiap orang dapat mengambil bagian dalam upaya memenuhi hak anak.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, Festival Pahlawan Anak dirancang sebagai perjalanan pengalaman. Pengunjung mengenali realitas yang dihadapi anak melalui instalasi cerita imersif, belajar lewat permainan edukatif, mendapatkan wawasan melalui bincang inspiratif, kemudian merayakan kebersamaan melalui pertunjukan musik.

Sementara itu, Charity Night menjadi ruang bagi para mitra dan pendukung untuk mengenal lebih dekat perjalanan Save the Children Indonesia dan mendukung kerja-kerja pemenuhan hak anak.

Menyelami Realitas Anak melalui Pengalaman di Instalasi Cerita Imersif

Ruang Aman Immersive Experience mengajak pengunjung melihat lebih dekat realitas anak dalam kehidupan sehari-hari hingga di masa krisis melalui perjalanan di tiga ruang berbeda. Pengunjung tidak hanya melihat informasi, tetapi diajak menyelami perjalanan anak melalui visual, audio, dan narasi yang menggambarkan realita kehidupan anak.

Pengalaman imersif ini dimulai dari ajakan untuk benar-benar melihat kondisi di sekitar kita, pengalaman ini membawa pengunjung pada cerita anak dalam situasi sulit, hingga mengajak mereka merefleksikan peran yang dapat dilakukan untuk mendukung pemenuhan hak anak.

Belajar Sambil Bermain melalui Fun Edu Games

Setelah melihat berbagai tantangan yang dihadapi anak, pengunjung diajak beralih dari penonton menjadi helper melalui rangkaian Fun Games. Segmen ini dirancang sebagai pengalaman interaktif dan edukatif agar anak dan keluarga dapat mengenal pemenuhan hak anak dengan cara yang lebih menyenangkan.

Berbagai permainan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan anak. Pengunjung dapat bermain puzzle Tas Siaga Bencana, yang mengenalkan pentingnya mempersiapkan kebutuhan sebelum terjadi krisis; Isi Piringku, yang membantu anak mengenali kebutuhan makanan sesuai porsi yang dianjurkan; serta permainan mengenali batasan tubuh, yang membantu anak memahami batasan tubuh dan belajar menjaga dirinya.

Menambah Wawasan dari Sesi Bincang Inspiratif

Di area panggung utama Festival Pahlawan Anak sesi Bincang Inspiratif hadir sebagai rangkaian diskusi antara tokoh publik, pakar, dan figur inspiratif untuk membahas berbagai isu seputar anak dan keluarga.

Salah satunya melalui sesi “Kita Bisa Apa untuk Anak Indonesia?” yang menghadirkan Najwa Shihab, Maudy Ayunda, serta Rasyid — perwakilan Children and Youth Advisory Network. Dalam sesi tersebut, Najwa Shihab menyampaikan,

“Kita mungkin tidak bisa jadi pahlawan untuk seluruh anak, tapi kita bisa memastikan di lingkungan terdekat kita, kalau ada apa-apa anak itu bisa bilang, ‘Saya merasa aman datang ke dia untuk bicara.’”

Beragam topik lain mencakup berbagai hal yang dekat dengan keseharian keluarga, mulai dari tumbuh kembang anak, kesehatan keluarga, pengasuhan, pertolongan pertama, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Beberapa sesi juga mengangkat ruang bagi anak untuk bersuara, bermusik, dan kreativitas dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Merayakan Kepahlawanan melalui Pertunjukan Musik

Semangat untuk mendukung anak juga hadir dari para musisi, seperti Putri Ariani, Rossa, Kris Dayanti, Amora Lemos, Efek Rumah Kaca, Cut Malaka Ayesha, Quinn Salman, hingga Nada Swara Gembira. Di atas panggung, mereka menghibur pengunjung dan membawa pesan kepedulian terhadap anak.

Kehadiran para musisi dan seniman ini menjadi bagian dari kolaborasi untuk menghadirkan ruang yang menyenangkan bagi anak dan keluarga, sekaligus menyampaikan pesan bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak adalah tanggung jawab bersama.

Dari Festival Menjadi Aksi Bersama

Selain pertunjukan musik, panggung festival juga menjadi ruang bagi anak-anak dan komunitas untuk berekspresi. Teater Mantuli, yang melibatkan teman-teman tuli, menghadirkan pertunjukan yang merayakan keberagaman, sementara Panggung Ekspresi menampilkan karya dan penampilan dari anggota Komunitas Pahlawan Anak. Gantari Gita Khatulistiwa turut memeriahkan panggung melalui penampilan tarian Nusantara. Anak-anak dari jenjang TK hingga SMP juga turut ambil bagian melalui berbagai perlombaan, seperti Hero Custom, Creative Music, dan Fun Painting, yang memberi ruang bagi mereka untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian berekspresi.

Festival Pahlawan Anak 2026 telah berakhir, tetapi kerja melindungi anak terus berlanjut. Sejak 1976, Save the Children bekerja di Indonesia untuk mengawal ekosistem perlindungan anak yang solid sehingga hak anak terpenuhi dan terjaga. Kerja ini tidak bisa dilakukan sendiri. Memenuhi hak anak adalah kerja bersama dan bisa dimulai dari lingkungan terdekat kita: rumah, sekolah, dan tempat anak bermain.

Di Save the Children Indonesia, kerja-kerja ini juga didukung secara berkelanjutan oleh Komunitas Pahlawan Anak. Mari ikut mendukung upaya pemenuhan hak anak bersama KPA.

Pelajari lebih lanjut tentang KPA.

Scroll to Top