Hasil survei yang dilakukan oleh Stimulant Institute pada Mei 2020 menunjukkan, di atas 80%, pelaksanaan pembelajaran dari rumah baik melalui platform daring (online) maupun luring (offline) belum dilakukan secara maksimal karena berbagai macam tantangan.
Tantangan yang dihadapi antara lain: keterbatasan akses jaringan internet di sebagian besar wilayah Sumba Barat, keterbatasan fasilitas pendukung seperti HP dan laptop untuk mengakses pembelajaran daring, kurangnya keterlibatan orangtua dalam mendampingi anak belajar di rumah, anak jenuh dan anak merasa tertekan karena harus menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah tanpa bisa keluar rumah, keterbatasan fasilitas belajar yang tersedia di rumah anak, kurangnya pengetahuan orang tua dalam mendampingi anak belajar, serta jarak rumah anak yang berjauhan yang membuat guru kesulitan melakukan kunjungan rumah.

Berdasarkan tantangan tersebut, Save the Children bersama mitra implementasi Stimulant Institute, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumba Barat, mengadakan Festival Literasi Anak Sumba Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk merancang kegiatan-kegiatan alternatif yang bertujuan untuk memudahkan siswa dan orang tua berkolaborasi. Dari kolaborasi ini tercipta kegiatan pembelajaran di rumah menyenangkan, ramah anak dan yang paling utama adalah anak tetap dapat belajar dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini. Selain itu, orang tua juga bisa menjadi guru atau mentor bagi anak.
Hal ini sejalan dengan salah satu program lain Save the Children di Sponsorship Project, yakni Program Pengasuhan bertajuk “Orang Tua Guru”, di mana program itu mengedukasi para orang tua. Mereka memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan guru di sekolah dalam mendidik dan mendampingi anak belajar terutama di masa pandemi COVID-19. Orang tua dapat berperan sebagai guru hebat di rumah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendorong partisipasi orang tua berupa kompetisi literasi anak. Para peserta bersaing dalam menulis cerita, puisi dan mewarnai gambar terkait pengalaman anak belajar dari rumah selama masa COVID-19, dan wajib didampingi oleh orangtua/wali/kakak dalam proses tersebut. Hasil kolaborasi orangtua dan anak berupa foto dan video selanjutnya dikirimkan melalui media WhatsApp dan Facebook. Kegiatan ini berlangsung dalam tiga periode selama Juli-Oktober 2020.

Untuk bulan Juli 2020, target peserta anak dan orang tua yang mengikuti kegiatan ini. Sudah terjaring sebanyak 150 anak dan orang tua. Total peserta yang mengirimkan hasil kegiatan sebanyak 253 anak dan orang tua. Kegiatan ini mendapat sambutan positif bukan hanya oleh para guru di sekolah dampingan namun juga sekolah non dampingan Save the Children dan mitra implementasi Stimulant Institute.
Para guru dan kepala sekolah non dampingan Save the Children meminta agar sekolah mereka juga dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut. Salah satu orangtua siswa menyatakan, “Ini adalah kegiatan yang sangat bagus karena selama ini tidak ada program kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sejak COVID dan anak-anak tidak pergi ke sekolah.” Para orang tua menyampaikan terima kasih kepada Save the Chidren yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan berharap ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini tetap dilakukan.