Kupang, 14 Oktober 2025 — Masih dalam momen Hari Anak Perempuan Sedunia, Save the Children Indonesia menyelenggarakan dialog anak bersama Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang. Dialog ini diikuti oleh 12 anak perempuan dan empat anak laki-laki berusia 10-13 tahun dari Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya yang merupakan lokasi tempat Save the Children saat ini bekerja.
“Saya menyampaikan tentang kekerasan fisik yang sering terjadi di rumah dan di sekolah karena itu memengaruhi rasa aman saat berada di sekolah dan di rumah,” tutur Siska*, 11 tahun, perwakilan anak dari Kabupaten Kupang.
Tak hanya itu, Gracia* salah satu anak perempuan berusia 13 tahun di Sumba Barat juga menyampaikan permasalahan yang ia lihat.
“Saya menyampaikan kepada Bapak Gubernur tentang dampak kecanduan gadget (gawai) yang banyak terjadi pada teman-teman saya. Hal ini membuat teman-teman saya prestasinya menurun dan tidak mau bergaul dengan yang lain,” ungkap Gracia.
Dialog Anak dengan Gubernur ini merupakan bagian dari tindak lanjut program yang telah dijalankan oleh Save the Children Indonesia di Jakarta dan NTT.
Data studi yang di lakukan Save the Children tahun 2024 di Kupang dan Jakarta mengungkapkan adanya perbedaan persepsi keamanan berdasarkan gender, yaitu bahwa anak perempuan lebih banyak merasa kurang aman dibandingkan anak laki-laki. Rasa takut dan tidak aman tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan emosional anak perempuan.
“Salah satu program kami yang mengusung kesetaraan hak anak perempuan adalah Program Nona Hebat. Melalui program ini kami berupaya untuk memperkuat lingkungan yang dapat melindungi anak perempuan dari kekerasan, membangun potensi mereka, dan menghilangkan ketidakadilan gender dan stereotip terhadap anak perempuan,” jelas Fadli Usman, Interim Chief of Partnership Strategic & Program Operation Save the Children Indonesia.
Momentum Hari Anak Perempuan Sedunia merupakan pengingat bahwa setiap anak perempuan berhak atas kesempatan untuk berpartisipasi dan berperan setara dalam kehidupan sosial, pendidikan, maupun pembangunan serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan.
Dialog anak-anak dengan Gubernur NTT menjadi ruang untuk anak-anak menyampaikan realitas tantangan pemenuhan hak anak yang mereka alami sehari-hari, di antaranya adalah kekerasan, penggunaan gawai yang berlebihan dan penelantaran.
“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk Program Nona Hebat — sebuah ruang luar biasa yang membantu anak-anak, terutama anak perempuan, agar berani bersuara dan menyampaikan gagasan mereka. Kita ingin agar anak-anak NTT tumbuh menjadi pribadi yang berani menolak kekerasan, melawan perundungan (bullying), dan bijak menggunakan media sosial,” kata Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.
Emanuel Melkiades juga menegaskan bahwa tindakan bullying tidak boleh dianggap biasa. Pemerintah akan terus memperkuat keberadaan tim perlindungan anak di sekolah dan komunitas, agar anak-anak merasa aman dan terlindungi.
Save the Children Indonesia melalui Program Nona Hebat yang didukung oleh LEGO Foundation sejak 2024 telah menjangkau 4.500 anak-perempuan dan 1.500 anak laki-laki usia 10-13 tahun dari 30 sekolah dasar di Kabupaten Kupang dan Jakarta Timur. Tak hanya itu, Save the Children juga telah menjalankan program pemenuhan hak-hak anak di pulau Sumba selama lebih dari 10 tahun untuk memenuhi hak anak-anak atas kesehatan dan kesejahteraan, memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup, belajar, dan dilindungi.
Selesai.
*) Nama anak diubah untuk perlindungan anak.
Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Dewi Sumanah | Brand & Communication Manager
Email: dewi.sumanah@savethechildren.org
Mobile: 0811 8201 446
Tentang Save the Children Indonesia
Save the Children percaya setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, Save the Children melakukan apapun yang harus dilakukan—setiap hari dan saat krisis—agar anak-anak mendapatkan pemenuhan hak atas hidup yang sehat, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan. Pakar kami pergi ke tempat yang paling sulit dijangkau di mana sangat sulit untuk menjadi anak-anak. Save the Children memastikan kebutuhan unik anak-anak terpenuhi dan suara mereka didengarkan. Bersama anak-anak, keluarga dan masyarakat, serta pendukung di seluruh dunia, kami mencapai hasil berkelanjutan untuk jutaan anak.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah yang pertama dan terkemuka di dunia organisasi independen untuk pemenuhan hak anak—mengubah kehidupan dan masa depan kita bersama.