Berita

Karya 20 Anak-anak bersama Bvlgari Resort Bali Dukung Respons Kemanusiaan Save the Children

Sebanyak 20 karya seni Kamasan hasil interpretasi 20 anak berusia 6-12 tahun di Bali dipamerkan di The Bvlgari Chapel pada 23 September 2026. Pameran ini merupakan bagian dari kolaborasi Bvlgari Resort Bali dan Save the Children Indonesia dalam menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi sekaligus mendukung upaya kemanusiaan bagi anak-anak terdampak bencana.

Anak-anak membuat karya dalam rangkaian lokakarya bersama maestro seni Kamasan I Made Sesangka pada 12-13 September. Selama kegiatan, anak-anak mengikuti treasure hunt, sesi tentang kesejahteraan diri, dan pengenalan seni Kamasan.

Fasilitator dari Save the Children Indonesia juga mendampingi anak-anak untuk mengenali lima emosi dasar: kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, keterkejutan, dan kemarahan. Anak-anak mengeksplorasi bagaimana setiap perasaan itu diterjemahkan ke dalam warna, kemudian menuangkannya dengan mewarnai lima karya dasar berupa lembar gambar. Lewat proses ini, seni menjadi sarana bagi mereka untuk mengenali dan mengungkapkan emosi.

Dari lima karya dasar yang mewakili tiap emosi, lahir 20 karya interpretasi berbeda sesuai perspektif dan perasaan setiap anak. Karya-karya tersebut dipamerkan dalam perayaan 20 tahun Bvlgari Resort Bali.

Pengunjung dapat mengadopsi karya tersebut. Hasil penjualan dari adopsi karya menjadi kontribusi melalui Save the Children Indonesia dalam program Dana Siaga Bencana, yang mendukung respons awal bagi anak-anak terdampak bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, BRI sebagai mitra pendukung turut memberikan dukungan bagi anak-anak peserta berupa rekening BRI Junio dan BRIZZI card dengan setoran awal, sebagai pengenalan inklusi dan literasi keuangan sejak dini.

Bagi Save the Children Indonesia, kemitraan dengan Bvlgari Resort Bali menunjukkan pentingnya kolaborasi untuk menghadirkan dukungan yang berkelanjutan bagi anak-anak di Indonesia.

“Setelah 50 tahun bekerja untuk anak-anak di Indonesia, kami belajar bahwa tidak ada organisasi yang dapat menjalani perjalanan ini sendirian. Tantangan yang dihadapi anak-anak terlalu besar dan harapan yang mereka layak dapatkan terlalu penting. Kami membutuhkan mitra yang tidak hanya memberikan sumber daya, tetapi juga hadir dengan kepedulian, kepercayaan, dan keyakinan bersama terhadap masa depan setiap anak,” kata CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, dalam sambutannya.

Save the Children berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang untuk mendukung anak-anak, termasuk mereka yang terdampak bencana, sekaligus menghadirkan ruang aman bagi anak untuk belajar, berekspresi, dan berkembang.

Scroll to Top