Berita

Budidaya Ribuan Pisang Cavendish & Kelapa, Guna Tingkatkan Keterampilan Siswa SMK di Air Upas Kalimantan

Perwakilan manajemen Cargill Tropical Palm Kalimantan, Save the Children, guru, dan siswa SMKN 1 Air Upas melakukan penanaman 1.000 pohon Pisang Cavendish dan 300 kelapa di areal pembibitan kompleks Kedipi Estate, Kecamatan Manis Mata, Ketapang, pada Senin (15/05). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mata Pencaharian, Anak Muda, dan Sanitasi Berkelanjutan Save the Children.

Penanaman budidaya buah pisang dan kelapa ini merupakan kolaborasi antara Save the Children dan Cargill melalui unit bisnis kelapa sawitnya di Ketapang, Kalimantan Barat, serta SMKN 1 Air Upas sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan (center of excelent) di Kabupaten Ketapang.

Widiyanto, Program Manager Save the Children menyampaikan kegiatan dapat meningkatkan peluang wirausaha maupun kesiapan kerja para siswa.

“Apalagi, kini sekolah dituntut beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha,” jelas Widiyanto.

Dari kegiatan ini, perusahaan dapat berperan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa serta orang muda. Peningkatan keterampilan amat dibutuhkan, khususnya di wilayah program yang meliputi 12 desa di 6 kecamatan di Ketapang.

Meski sekolah-sekolah vokasi telah memiliki pilihan jurusan yang relevan dengan kebutuhan jenis pekerjaan di tingkat lokal, namun berdasarkan survei baseline program tahun 2022 tingkat serapan tenaga kerja lulusan SMK masih 9,6%. Salah satu penyebab rendahnya serapan karena kesenjangan keterampilan teknis siswa dan orang muda, yang dibutuhkan dunia industri maupun dunia usaha.

Siti Imroati Muhajiroh, Kepala SMKN 1 Air Upas mengatakan kegiatan penanaman sangat bermanfaat, mengingat pisang cavendish adalah buah langka di Kalimantan Barat.

“Kami berharap siswa yang terlibat akan mendapatkan ilmu dari nol hingga berhasil produksi buah dengan baik, dapat berbagi pengetahuan kepada adik kelas hingga mampu menerapkannya di kebun sendiri dengan status wirausahawan pertanian,” sebut Siti.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap program ini menjadi pintu masuk penguatan program kelas industri atau teaching factory di masa depan.

Anthony Yeow, President Director, Unit Bisnis Kelapa Sawit Cargill di Kalimantan Barat,menegaskan program ini bertujuan untuk mendukung program penghijauan, memanfaatkan lahan, serta menyelaraskan upaya penyediaan pangan yang berkelanjutan.

“Partisipasi siswa SMK mewakili generasi masa depan dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus membangun generasi muda yang aktif dan mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

Keberlanjutan program dijalankan Save The Children dengan meningkatkan soft-skill para siswa SMK meliputi materi tentang bimbingan karir, kesiapan kerja, kewirausahaan dan literasi keuangan dengan survei potensi pasar atau market assessment pisang cavendish.

Sementara Cargill menunjukkan komitmennya dengan memberikan dukungan kesediaan dan pengolahan lahan, bibit pisang, pupuk, peralatan, hingga pendampingan siswa bersama dengan para guru jurusan Agribisnis dan Tanaman Perkebunan SMKN 1 Air Upas. Para siswa SMK akan secara rutin melakukan perawatan, mencatat perkembangan tanaman, serta membersihkan tanaman dari hama.

Scroll to Top