Berita

Save the Children Indonesia Gandeng Disnakertrans dan KADIN Jawa Timur Kembangkan Layanan Pengasuhan Anak di Lingkungan Kerja

Save the Children Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur di UPT BLK Surabaya pada Kamis, 2 Juli 2026. Kolaborasi ini bertujuan mendorong pengembangan layanan daycare berkualitas di lingkungan kerja dan sekaligus mencetak tenaga pengasuh anak profesional di Jawa Timur.

Kerja sama ini merespons meningkatnya kebutuhan layanan pengasuhan anak seiring naiknya partisipasi perempuan di dunia kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan naik dari 53,31% pada 2021 menjadi 56,62% pada 2025. Kebutuhan ini juga menjadi bagian dari perhatian yang lebih luas terhadap Care Economy — ekosistem ekonomi perawatan yang mencakup layanan pengasuhan anak maupun perawatan jangka panjang. Kajian ILO Indonesia memproyeksikan investasi pada kedua sektor ini berpotensi menciptakan hampir 10,4 juta lapangan kerja di Indonesia hingga 2035.

Melalui PKS ini, ketiga pihak akan mengembangkan program percontohan pencetakan tenaga pengasuh anak profesional, dengan tahap awal menyasar peserta dari Surabaya dan sekitarnya yang memiliki minat dan komitmen di bidang ini.

“Program ini bertujuan mencetak tenaga pengasuh anak yang profesional sekaligus membuka peluang kerja layak di sektor pengasuhan anak. Kami ingin membangun ekosistem pekerjaan yang memiliki standar kompetensi dan jenjang karier yang jelas,” ujar Evie Woro, Senior Manager Inclusive Program and Urban Programming Save the Children Indonesia.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Arif Khamza, mewakili Kepala Disnakertrans Jawa Timur, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem pelatihan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, seiring meningkatnya partisipasi perempuan di dunia kerja dan berkembangnya layanan pendidikan anak usia dini.

Ketua KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menambahkan bahwa pengembangan tenaga kerja di sektor pengasuhan anak perlu berjalan seiring upaya menciptakan lingkungan kerja yang ramah anak, dan menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat dan siap memasuki dunia kerja.

Ke depan, program percontohan ini akan mulai berjalan di Surabaya sebagai tahap awal. Save the Children Indonesia, Disnakertrans, dan KADIN Jawa Timur akan terus memperkuat kolaborasi ini sebagai bagian dari ekosistem perlindungan anak, termasuk dalam konteks Care Economy, agar semakin banyak anak memperoleh pengasuhan berkualitas dan semakin banyak keluarga mendapat dukungan untuk berkembang bersama.

Scroll to Top