Dalam krisis pandemi ini, penghentian kegiatan tatap muka di sekolah adalah upaya tak terelakkan untuk meminimalkan risiko penularan virus korona. Sejumlah solusi dukungan telah dilakukan supaya anak-anak tetap bisa belajar dari rumah, misalnya kelas daring (online) atau guru kunjung. Salah satu dukungan alternatif lain adalah pengadaan kelas pembelajaran jarak jauh lewat siaran radio lokal, sebagaimana telah dilakukan oleh tim Save the Children untuk Program TRANSISI di Kabupaten Lombok Utara.
Program TRANSISI adalah program tematik pendidikan di Lombok Utara yang berfokus pada peningkatan kesehatan, keselamatan, dan hasil belajar anak-anak, serta akses mereka terhadap PAUD berkualitas. Program ini telah berjalan sejak 2017 lewat dukungan Pemerintah Australia.
Achmad Hilman Musanna, staf Save the Children di Lombok, bercerita bahwa dia dan rekan-rekan tim Program TRANSISI memilih platform yang bisa didengarkan jarak jauh oleh publik tanpa akses internet. Pilihan jatuh pada jaringan radio FM yang tersedia di area Kayangan dan Bayan, yaitu radio komersial Silver FM dan radio komunitas Primadona FM. Kayangan dan Bayan merupakan dua kecamatan dampingan Save the Children sejak program respons bencana gempa Lombok 2018.
Awalnya, konten radio hendak dibuat dalam format siaran langsung atau talkshow. Namun dengan sejumlah pertimbangan produksi, konten rekaman audio sudah disiapkan sebelumnya dan disiarkan sesuai jadwal mingguan.
Kelas radio ini, yang diberi nama Kelas Lintas Udara (KLU), dibuat dalam dua kategori. Pertama adalah seri pembelajaran untuk anak-anak usia dini serta orangtua mereka. Beberapa contoh materinya antara lain pengenalan tanaman tomat, pengenalan kendaraan, dan pengenalan umbi-umbian.

Kedua adalah seri pembelajaran untuk guru-guru PAUD dan orangtua terkait praliterasi dan pramatematika – atau biasa disebut dengan Emergent Literacy and Math (ELM). Materi ini khusus ditujukan untuk guru dan orangtua supaya mereka punya referensi tambahan ketika mendampingi anak-anak belajar dari rumah

Selama tiga bulan sejak Mei hingga Juli 2020, Save the Children bersama Silver FM dan Primadona FM telah menyiarkan sembilan episode Seri Pembelajaran dan enam episode ELM. Setiap episode berdurasi sekitar satu jam dengan waktu siaran pukul 9 atau 10 pagi. Untuk radio Silver, jadwal siaran adalah hari Selasa dan Kamis. Untuk radio Primadona, jadwal siaran adalah Senin dan Rabu.
“KLU ini bukan untuk menggantikan kegiatan tatap muka, tetapi sebagai media alternatif. Kegiatan utamanya tetap anak-anak belajar di rumah bersama orangtua. Orangtua kan butuh referensi – begitu keluhan yang banyak disampaikan. Nah, siaran radio ini bisa menjadi referensi orangtua di rumah bersama anak mereka,” tutur Hilman.
Sebelum Kelas Lintas Udara, Hilman dan rekan-rekan sebetulnya sudah hendak mengadakan ELM bagi guru-guru PAUD lewat pelatihan tatap muka. Namun setelah pandemi COVID-19, karena pertemuan tatap muka tidak mungkin dilakukan, aktivitas pelatihan dipindah ke medium jarak jauh. Dari situ, rencana aktivitas dikembangkan – tidak hanya pelatihan bagi guru, tetapi juga materi pembelajaran untuk anak-anak dan orangtua.
Setelah seri kelas mulai berjalan, ternyata tidak semua rumah masuk jangkauan frekuensi radio atau bahkan tidak punya perangkat penerima siaran radio, tetapi mereka bisa mengakses internet. Berdasarkan tanggapan dari sejumlah orangtua anak-anak PAUD ini, konten rekaman KLU diadaptasi menjadi konten yang bisa dirilis ulang di YouTube.
Selain pengerjaan konten siaran, Save the Children juga bekerja sama dengan 30 PAUD dampingan untuk mendorong anak-anak PAUD dan orangtua mereka memanfaatkan kelas radio dengan optimal.
“Ketika mendistribusikan hygiene kits atau learning kits, kami juga menyisipkan flyer jadwal tayangan (Kelas Lintas Udara) di setiap paket. Setelah itu, kami mendorong sekolah untuk tetap bisa melakukan kegiatan jarak jauh, salah satunya mendorong orangtua untuk mendapatkan petunjuk bagaimana melakukan Belajar dari Rumah lewat radio,” ucap Hilman.