Bantuan Tunai Bantu Kehidupan Fitri dan Ketiga Keponakannya Setelah Pandemi

Cerita Perubahan

AB sedang memeluk Fitri

Fitri (45) adalah seorang pegawai apotek yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat. Selain dari pekerjaan penuh waktu itu, pendapatan utama keluarganya juga bersumber dari usaha ayam goreng yang ia bangun bersama suaminya. 

Pada tahun 2021, akibat dari virus COVID-19, adik dari Fitri meninggal dunia. Setahun setelahnya, suami dari adiknya juga turut berpulang akibat penyakit komorbid jantung. Tiga anak dari adik Fitri, yaitu RA* (14), AB* (8), dan ZA* (5) kemudian dirawat oleh Fitri dan saudara-saudaranya, yang kala itu juga mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi.  

“Awalnya ya dari patungan semuanya. Sejak awal bapak mereka (adik ipar Fitri) enggak ada, kita enggak punya duit, mau bayar ambulans, bingung. (Biaya) itu patungan dari keluarga. Uangnya almarhum waktu itu cuma ada Rp 200 ribu, itu juga baru tahu dari RA (keponakan sulung Fitri),” cerita Fitri. 

Fitri bercerita bahwa biaya paling besar yang ia dan saudara-saudaranya keluarkan adalah biaya untuk hidup sehari-hari. Fitri juga memiliki seorang anak perempuan yang duduk di bangku SMA. Biaya kehidupan keluarga, sekolah anak, ditambah dengan tiga keponakannya, membuat pengeluaran yang ia keluarkan tidak sedikit. Sebelum uang pesangon dari tempat kerja adik ipar Fitri cair, Fitri dan saudara-saudaranya yang lain harus urunan untuk membiayai ketiga keponakan mereka. 

“(Biaya yang paling berat) biaya sehari-hari karena tiga anak semuanya doyan makan, doyan jajan. Sedihnya, ketika kami lagi enggak megang (uang), (mereka) minta jajan. Namanya anak-anak dan semua sedang tumbuh kembang,” tambah Fitri. 

Save the Children Indonesia, bersama para pendukung dan mitra pelaksana, membantu anak-anak yang kehilangan orang tua atau pengasuhnya akibat pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2021 hingga 2022. Salah satunya adalah distribusi bantuan nontunai multiguna kepada semua anak yang terdaftar atau direkomendasikan oleh otoritas lokal atau organisasi layanan lokal.  

Ketiga keponakan Fitri termasuk yang mendapatkan bantuan tersebut melalui Fitri. Mereka menerima bantuan dalam dua tahap. Tahap yang kedua adalah bantuan modal untuk pengembangan usaha. 

Fitri bercerita, ia menggunakan bantuan modal ini untuk mengembangkan usaha ayam goreng yang ia miliki dengan membeli freezer, bahan-bahan makanan, dan bumbu. Selain itu, ketiga keponakan Fitri juga dapat membeli kebutuhan sekolah seperti seragam, buku, tas, dan perlengkapan sekolah lain. 

Fitri sedang menyiapkan ayam untuk diberikan kepada pembeli

Fitri bercerita, “Kalau dampak dari dikasih bantuan, salah satu bantuannya, bantuan pendidikan. Jadi, satu tahun ke depan itu rasanya sudah tenang, kita enggak (khawatir) memikirkan kebutuhan anak-anak. Apalagi, sekarang masuk tahun ajaran baru, yang kebutuhan baju, buku, seragam memang luar biasa ya banyaknya. Jadi, sewaktu ada uangnya turun, ya, Alhamdulillah rejeki banget. Kami sudah beli sepatu, seragam, segala macam, kami sudah beli buat pendidikan kemarin, dari uang Save the Children itu.” 

“Terus kedua, ada bantuan (modal) usaha. Nah, dengan adanya bantuan usaha (untuk membeli freezer), jadi lebih banyak stok bahan baku buat usaha. Setelah ada bantuan ini, kami jadi banyak stok. Tadinya (stok) 10 ekor ayam, sekarang jadi 20 ekor. Menghemat biaya untuk pergi ke pasar ya.  Segala macam (kebutuhan) seperti minyak (goreng) dan kebutuhan dapur juga dapat banyak kemarin. Membantu banget dari modal yang itu.” 

Fitri mengaku senang dengan bantuan yang ia dan keponakannya terima. Selain itu, ia juga mengembangkan usahanya dengan berjualan es batu sehingga menambah pemasukan. Bantuan yang keponakan-keponakannya terima pun sangat membuat hatinya lega karena setidaknya selama satu tahun ke depan, biaya kebutuhan sekolah untuk RA, AB, dan ZA, sudah dipenuhi. 

AB (8) juga berkata bahwa ia senang dengan bantuan yang ia terima. AB bercerita ia telah membeli baju, sepatu, buku, penggaris, tempat pensil, kaos kaki, peci, dasi, rompi, sabuk, dan satu tas dengan gambar tokoh komik Captain America yang ia sukai. 

“Saya dapat baju, sepatu, tas, buku, penggaris, tempat pensil, kaos kaki, peci, dasi, rompi, sabuk (ikat pinggang). Bukunya ada dua, atau satu, enggak tahu, belum dihitung. Tasnya gambar Captain America warna biru,” ucap AB.

ZA (5), yang baru mulai bersekolah TK, juga senang karena bisa membeli kebutuhan sekolahnya. ZA bercerita bahwa ia bercita-cita menjadi dokter hewan karena ia menyukai kucing. 

ZA sedang belajar menulis

Bantuan yang Save the Children berikan telah membantu keluarga Fitri dan banyak keluarga lain yang terdampak COVID-19 untuk tetap bertahan dalam situasi pandemi. Harapannya, bantuan ini bisa turut membantu menjaga pengasuhan yang berkelanjutan dan aman bagi anak-anak yang ditinggalkan orangtua akibat COVID-19.  

*) Nama anak disamarkan. 

Teks: Raisya Shifra Putritama, Purba Wirastama
Foto: Raisya Putritama / Save the Children

Bagikan Artikel Ini

Skip to content scroll to top button