Banjir-Longsor Sumatra Barat: Lebih dari 70.000 Jiwa Mengungsi, Save the Children Siapkan Bantuan Pemenuhan Gizi Anak dan Keluarga selama Berpuasa di Pengungsian

Siaran Pers

Jakarta – Save the Children Indonesia bersama dengan Jemari Sakato melakukan respons darurat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Saat ini, kedua organisasi tengah mempersiapkan pendataan dan pengiriman bantuan terutama di Kabupaten Pesisir Selatan. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (11/3) menyebutkan total korban jiwa sebanyak 32 orang, dengan rincian 26 meninggal dunia dan enam masih dalam pencarian di Pesisir Selatan[1].

Banjir dan longsor di Sumatera Barat dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (7/3). Tercatat sebanyak 12 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat terdampak dan lebih dari 70.000[2] jiwa mengungsi, termasuk sekitar 15.000 di antaranya adalah anak-anak.

“Dalam situasi darurat seperti sekarang, data terkait anak-anak yang terdampak serta kebutuhan utama mereka masih menjadi tantangan dalam respons kemanusiaan di Indonesia. Saat ini tim kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk dapat segera melakukan pendataan dan mendistribusikan bantuan terutama asupan pemenuhan gizi anak, ibu hamil dan menyusui selama mereka menjalankan ibadah puasa di pengungsian,” jelas Tata Sudrajat, Interim Chief of Advocacy, Campaign, Communication, and Media Save the Children Indonesia.

Save the Children Indonesia akan fokus melakukan respons darurat bencana banjir dan longsor di tiga kecamatan (Tarusan, Bayang, dan IV Jurai) di Kabupaten Pesisir Selatan. Respons yang dilakukan bertujuan untuk berupaya memenuhi hak anak dalam situasi darurat seperti hak kesehatan dan kebersihan dengan menyediakan 10 titik air bersih, sanitasi, serta 350 paket perlengkapan kebersihan mandiri.

Terkait pemenuhan gizi, Save the Children juga menyediakan makanan bergizi bagi anak serta ibu hamil dan menyusui di tiga titik pengungsian. Aspek penting lainnya adalah hak pendidikan dalam situasi darurat, di mana anak-anak tetap bisa belajar, bermain, dan pulih melalui ruang ramah anak yang disediakan oleh Save the Children Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan (29/2) terkait potensi cuaca ekstrem di Indonesia. Sumatera Barat termasuk satu dari 20 provinsi yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang pada 8-10 Maret 2024[3]. BNPB mencatat lebih dari 90% bencana alam di Indonesia dalam satu dekade terakhir diperparah karena perubahan iklim.

Laporan global Save the Children Born into the Climate Crisis pada September 2021 menjelaskan bahwa krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Indonesia yang lahir tahun 2020 akan menghadapi tiga kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, dua kali lebih banyak mengalami kekeringan, serta tiga kali lebih banyak gagal panen. Lebih buruk lagi, dampak krisis iklim ini membuat jutaan anak dan keluarga jatuh dalam kemiskinan jangka panjang di Indonesia.

Tentang Save the Children Indonesia

Save the Children percaya setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, Save the Children melakukan apapun yang harus dilakukan—setiap hari dan saat krisis—agar anak-anak mendapatkan pemenuhan hak atas hidup yang sehat, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan. Pakar kami pergi ke tempat yang paling sulit dijangkau di mana sangat sulit untuk menjadi anak-anak. Save the Children memastikan kebutuhan unik anak-anak terpenuhi dan suara mereka didengarkan. Bersama anak-anak, keluarga dan masyarakat, serta pendukung di seluruh dunia, kami mencapai hasil berkelanjutan untuk jutaan anak. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah yang pertama dan terkemuka di dunia organisasi independen untuk pemenuhan hak anak—mengubah kehidupan dan masa depan kita bersama


[1] https://bnpb.go.id/berita/pimpin-rakor-banjir-dan-longsor-sumbar-kepala-bnpb-minta-penanganan-darurat-dipercepat

[2] https://bnpb.go.id/berita/update-banjir-dan-longsor-di-sumbar-19-orang-meninggal-dan-7-orang-hilang

[3] https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=bmkg-warning-update-waspada-potensi-cuaca-esktrem-masih-dapat-berlangsung-hingga-sepekan-ke-depan&tag=press-release&lang=ID

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Nesya Tirtayana | Media & Digital Coordinator
Email: Nesya.tirtayana@savethechildren.org
Mobile: +62 811-1051-8736

Bagikan Artikel Ini

Skip to content scroll to top button