Hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis, 8 Februari 2024 mengakibatkan tanggul sungai jebol sehingga meluap ke beberapa desa di Demak. Data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (12/2) mencatat sebanyak 4.500 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Kedungwaru Lor dan sejumlah warga lain mengungsi di Balai Desa Ketanjung.
“Saya santai saja wong seumur hidup tidak pernah kebanjiran. Tau-tau setelah ngegoreng (masak) langsung banjir. Itu durasinya setengah jam sudah se-leher. Pas banjir itu membludak jadi sudah tidak bisa menyelamatkan apa-apa, langsung ke pengungsian, ke tempat yang lebih tinggi,” tutur Jayana, warga penyandang disabilitas Desa Karanganyar.
Save the Children bersama Migrant Care telah menyalurkan bantuan berupa paket kebersihan, ember, dan dirigen kepada warga. Total sebanyak 435 paket kebersihan didistribusikan kepada warga terdampak di Desa Karanganyar dan Desa Ketanjung. Sebanyak 50 diantaranya dibagikan kepada warga penyandang disabilitas.

“Situasi saat ini air sudah surut karena banyak pompa yang telah disiapkan oleh BPD, BNPD maupun masyarakat. Namun, masih ada beberapa warga dari kelompok rentan yang masih mengungsi. Kemarin, kami telah memberikan bantuan terutama kepada kelompok disabilitas dan lansia,” jelas Sinam, penanggung jawab dari Migrant Care.
Menurut keterangan dari Sinam, anak-anak tidak bisa belajar karena tidak sempat menyelamatkan alat perlengkapan sekolah seperti buku dan seragam. Beberapa sekolah di Desa Karanganyar juga telah diliburkan selama satu minggu akibat tergenang banjir dan menjadi lokasi pengungsian.
“Saya sedih karena banjir tidak bisa sekolah, tidak bisa bermain, tidak bisa belajar,” ujar *Anto (14 tahun) saat bertemu dengan tim Save the Children di rumahnya.

Meski banjir mulai surut namun kelompok rentan seperti anak-anak, kelompok disabilitas dan lansia masih perlu mendapatkan perhatian. “Save the Children bekerjasama dengan Migrant Care berencana untuk memberikan paket pendidikan pada anak dan mendampingi warga saat kembali ke rumah masing-masing. Kami akan turut serta bergotong-royong membersihkan rumah warga sambil menyalurkan bantuan sarana air bersih. Kami juga mendorong pemenuhan kebutuhan makan anak dengan berkolaborasi bersama posyandu,” Wiwied Trisnadi, Senior Humanitarian Manager Save the Children menjelaskan lebih lanjut rencana aksi Save the Children merespon banjir di Demak.
*) Nama disamarkan