Tak hanya berlari, para peserta juga mengkampanyekan #StopKekerasanTerhadapAnak dan #StopPernikahanUsiaAnak kepada publik yang juga berada di Lapangan Vatulemo, Kota Palu.
Tercatat lebih dari 400 orang terdaftar menjadi peserta lari yang berjarak 1,5 km. Peserta terdiri dari anak–anak, kaum muda, komunitas pelari, perwakilan lembaga pemerhati anak, serta masyarakat Kota Palu. Melalui tema perayaan HAN tahun 2019, yaitu “Peran Penting Keluarga dalam Perlindungan Anak”, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi seluruh pihak terutama orangtua untuk menyadari peran pentingnya dalam proses tumbuh kembang anak serta pembentukan karakter anak untuk masa depan yang lebih baik
.“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendorong orang tua, Pemerintah dan Publik agar mempunyai langkah nyata untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak salah satunya adalah mengakhiri pernikahan di usia anak,” jelas Dino Satria, Field Operation & Program Director Save the Children di Indonesia.
Selain berlari, seluruh peserta juga melakukan deklarasi Stop Pernikahan Usia Anak dan dilanjutkan dengan lomba kreatif foto dengan tagar #StopPernikahanUsiaAnak #StopKekerasanPadaAnak dan juga memakai tagline perayaan HAN 2019, yaitu Aku Anak Indonesia, Aku SIAP! (Sehat, Imajinatif, Aktif, Percaya Diri).
Acara ini juga dimeriahkan oleh Top 5 Indonesian Idol Tahun 2018, Ghea Indrawari.
“Aku senang banget bisa hadir di sini, dan bertemu anak-anak serta masyarakat Palu. Aku juga akan ikut menyuarakan #StopKekerasanPadaAnak dan aku berharap anak-anak di Sulawesi Tengah baik yang terdampak bencana maupun yang tidak bisa tetap terus semangat dan ceria,” tutur Ghea Indrawari.
Sebagai Informasi, Save the Children telah hadir di Provinsi Sulawesi Tengah pada minggu pertama setelah kejadian bencana sampai dengan saat ini. Terhitung telah sembilan bulan Save the Children melakukan respons tanggap darurat bencana dan juga program pemulihan pascabencana. Program-program yang dilakukan di antaranya berfokus pada sektor pendidikan, perlindungan anak, distribusi bantuan non pangan, shelter & infrastruktur, air, sanitasi dan kebersihan, kesehatan dan nutrisi, ketahanan pangan, dan mata pencaharian.