Tips

Panduan Siaga Erupsi Gunung untuk Anak dan Keluarga 

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), dengan aktivitas tektonik dan vulkanik yang tinggi. Saat ini, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Kondisi ini membuat masyarakat di berbagai wilayah Indonesia hidup berdampingan dengan potensi erupsi gunung api.

Erupsi gunung api dapat mengubah kondisi di sekitar dengan cepat. Status aktivitas gunung, wilayah yang berisiko, hingga rekomendasi keselamatan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Karena itu, keluarga perlu mengetahui informasi terbaru dan memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan, terutama ketika ada anak di dalam keluarga.

Pantau Informasi dan Kenali Risiko di Sekitar

Sebelum mengambil tindakan, pastikan keluarga mendapatkan informasi dari sumber resmi. Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas gunung api dan rekomendasi keselamatan melalui Badan Geologi/PVMBG, MAGMA Indonesia, BNPB, serta pemerintah daerah dan BPBD setempat.

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang sumbernya tidak jelas. Kenali pula jalur evakuasi, titik kumpul, dan tempat aman yang telah ditentukan di wilayah tempat tinggal.

Jika pemerintah mengeluarkan arahan evakuasi, segera ikuti arahan tersebut dan jangan menunda keberangkatan.

Siapkan Tas Siaga Bencana Sebelum Erupsi

Kesiapsiagaan akan lebih mudah dilakukan jika keluarga sudah menyiapkan kebutuhan penting sebelum keadaan darurat terjadi. Salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana yang mudah dibawa dan dapat segera digunakan saat evakuasi.

Isi tas dengan dokumen penting, air minum, masker N95, P3K, obat rutin, senter dan baterai, power bank, pakaian ganti, makanan siap saji, serta kebutuhan anak.

Pastikan setiap anggota keluarga, termasuk anak, mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada arahan evakuasi. Untuk anak yang masih kecil, orang tua juga dapat memasang tanda pengenal (ID tag) berisi nama dan nomor darurat pada pakaian atau tasnya untuk membantu jika anak terpisah dari keluarga.

Saat Erupsi Terjadi Utamakan Keselamatan

Ketika erupsi terjadi, ikuti informasi dan arahan terbaru dari pihak berwenang. Jika wilayah tempat tinggal atau aktivitas berada dalam area yang harus dikosongkan, segera lakukan evakuasi menuju lokasi yang telah ditentukan. Jangan mendekati gunung api untuk melihat atau merekam erupsi karena masih terdapat risiko lontaran material dari kawah aktif.

Jika keluarga berada di tempat yang aman tetapi wilayah sekitar terdampak abu vulkanik, tetap di dalam rumah dan tutup rapat pintu, jendela, serta ventilasi untuk mengurangi masuknya abu. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Saat harus keluar rumah, gunakan masker N95, pakaian lengan panjang, celana panjang, dan sepatu tertutup. Jika abu mengenai mata, jangan menguceknya. Bilas dengan air bersih dan gunakan kacamata pelindung jika harus berada di luar ruangan.

Kesiapsiagaan Dimulai dari Keluarga

Erupsi gunung api tidak selalu dapat diprediksi secara pasti, tetapi keluarga dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan kondisi. Dengan mengetahui informasi terbaru, menyiapkan kebutuhan darurat, memahami jalur evakuasi, dan mendampingi anak dengan tenang, keluarga dapat mengambil langkah yang lebih cepat dan tepat ketika situasi berubah.

Scroll to Top