Berita

Save the Children Indonesia Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Anak di WPP Stream 2026 

WPP Stream merupakan forum global yang menghadirkan para pemimpin industri, kreatif, media, teknologi, dan berbagai sektor untuk membahas perubahan budaya, inovasi, serta berbagai isu yang memengaruhi masyarakat dan masa depan dunia saat ini. Forum ini diselenggarakan di berbagai negara dan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong lahirnya ide dan solusi baru.

Dalam WPP Stream 2026, Dessy Kurwiany Ukar selaku CEO Save the Children Indonesia hadir sebagai pembicara dalam dua sesi utama yang berlangsung di Hyatt Residence Bali pada 18-20 Mei 2026.

Anak-anak Tidak Hanya Mendengar, Mereka Mengamati

Pada sesi diskusi hari pertama bertajuk “Children Are Watching Us!”, Dessy Kurwiany Ukar berdiskusi bersama Ira Alamsyah, seorang praktisi komunikasi dan industri kreatif yang aktif mendorong pendekatan berbasis budaya dan perilaku dalam dunia brand dan media.

Diskusi ini membahas bagaimana anak-anak menyerap perilaku, nilai, dan budaya dari lingkungan di sekitar mereka. Perkembangan teknologi, budaya kerja, media sosial, hingga perilaku orang dewasa sehari-hari dinilai turut membentuk cara anak melihat dunia. Anak-anak tidak hanya belajar dari rumah atau sekolah, tetapi juga dari budaya yang dibangun oleh masyarakat, tempat kerja, media, platform digital, dan brand.

Melalui sesi tersebut, Dessy menekankan bahwa membentuk generasi masa depan bukan hanya tanggung jawab orang tua maupun institusi pendidikan. Dunia industri dan pelaku usaha juga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak.

Diskusi kemudian berkembang pada pertanyaan mengenai bagaimana brand dan perusahaan dapat berkontribusi dalam membentuk budaya yang lebih suportif dan berpihak pada tumbuh kembang anak.

Membawa Cerita dan Kondisi Terkini Anak Indonesia melalui Sesi IGNITE

Pada hari kedua, Dessy kembali hadir melalui sesi IGNITE, sebuah format presentasi singkat berdurasi empat menit yang memberikan ruang bagi peserta untuk membagikan ide, pengalaman, maupun gagasan yang mereka yakini penting.

Dalam presentasinya, Dessy membagikan cerita personal mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak di Indonesia, sekaligus bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat membantu menciptakan perubahan nyata. Ia juga membagikan kisah inspiratif tentang anak-anak dan masyarakat di Sumatra yang saling mendukung saat terjadi bencana banjir dan longsor pada akhir tahun 2025.

“Saat banjir dan longsor melanda Aceh dan Sumatra Utara, kami melihat komunitas saling membantu dan anak-anak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan selama masa darurat. Hal itu bisa terjadi karena adanya dukungan dari pemerintah, para donor, serta Komunitas Pahlawan Anak. Karena ketika kita melakukannya bersama-sama, kita bisa melangkah lebih jauh,” kata Dessy.

Dessy juga menekankan bahwa perubahan nyata tidak dapat dicapai hanya melalui satu solusi atau satu pihak saja. Ia mengajak para peserta untuk melihat isu anak secara lebih menyeluruh, mulai dari keluarga, komunitas, hingga sistem sosial yang memengaruhi kehidupan anak.

“Bersama-sama, mari membentuk masa depan yang lebih baik sebagai penjaga ekosistem hak anak. Karena masa depan anak bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan sesuatu yang kita pilih untuk diwujudkan,” tutup Dessy.

Mendorong Kolaborasi untuk Masa Depan Anak

Keterlibatan Save the Children Indonesia dalam WPP Stream 2026 merupakan bagian dari upaya organisasi untuk membawa perspektif hak anak ke ruang-ruang strategis, termasuk industri kreatif, media, dan teknologi. Save the Children juga mengajak lebih banyak pihak untuk bersama menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Scroll to Top