Berita

Dukungan Bantuan Tunai bagi 1.000 Keluarga Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatera Utara

Save the Children Indonesia menyalurkan Bantuan Non-Tunai Multiguna (BantuGuna) sebagai bagian dari respons darurat terhadap banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara. Penyaluran ini berlangsung pada April hingga Mei 2026 di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah. Kegiatan distribusi ini berlangsung pada bulan Mei dan April 2026 di wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah.

Bantuan ini bertujuan untuk membantu rumah tangga terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar, mempercepat pemulihan penghidupan, serta menjaga martabat mereka dalam situasi pascabencana.

Sebanyak 1.000 Kepala Keluarga (KK) menerima manfaat dari program ini. Seluruh penerima telah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat bersama pemerintah desa, mitra pelaksana, serta tim program. Prioritas diberikan kepada kelompok rentan, termasuk keluarga dengan kepala keluarga perempuan, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta keluarga dengan anak usia sekolah.

“Uang satu juta ini akan saya gunakan untuk membantu biaya sekolah anak-anak saya, termasuk membeli perlengkapan yang kemarin rusak atau hilang karena terbawa banjir,” ujar Aisyah*, seorang ibu dari tiga anak yang hadir mengambil bantuan bersama adiknya.

Meilinarti, staf humanitarian Save the Children Indonesia menyampaikan, pendekatan bantuan nontunai multiguna memberikan fleksibilitas bagi penerima manfaat untuk menentukan kebutuhan paling mendesak mereka.

“Melalui distribusi BantuGuna ini, kami ingin memastikan bahwa keluarga terdampak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka secara mandiri dan bermartabat. Pendekatan ini juga memberikan keleluasaan bagi penerima manfaat dalam menentukan prioritas kebutuhan.”

Proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat telah dilakukan sejak Maret 2026 dengan melibatkan pemerintah desa setempat. Program ini juga bekerja sama dengan mitra lokal, yaitu Yayasan Kelompok Kerja SosialPerkotaan (KKSP), Yayasan Geutanyoe, serta PT pos Indonesia untuk memastikan proses penyaluran berjalan aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh bantuan disalurkan tanpa potongan biaya. Selain itu, mekanisme umpan balik masyarakat serta pemantauan pascadistribusi telah disiapkan guna memastikan efektivitas dan dampak bantuan.

Program MPCA ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak serta memperkuat ketahanan rumah tangga dalam menghadapi situasi pascabencana.

Pemulihan pascabencana dapat terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak, seperti pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat, untuk memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, kita berhadap keluarga terdampak tidak hanya dapat bangkit dari situasi krisis, tetapi juga menjadi lebih tangguh dalam menghadapi risiko di masa depan.

Scroll to Top