Berita

Save the Children Fasilitasi Penguatan Kapasitas INDDICA Timor-Leste melalui Kunjungan Pembelajaran di Poltekesos

The Institute for Child Rights Defenders (INDDICA), lembaga pemerintah dari Timor-Leste yang berfokus pada perlindungan dan promosi hak anak, melakukan kunjungan lapangan ke Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam advokasi dan supervisi perlindungan anak. Kegiatan ini berlangsung dari 19 – 30 April 2026 di Jakarta dan Bandung.

Perwakilan Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, selaku senior Director Advocacy Campaign & Government Relations menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata tentang praktik supervisi dalam pendidikan pekerja sosial.

“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat bagaimana supervisi dilakukan oleh calon pekerja sosial, baik secara individual maupun kelompok. Supervisi bukan sekadar mengawasi, tetapi menjadi ruang diskusi profesional untuk memperkuat penanganan kasus,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa praktik supervisi merupakan bagian penting dalam pengembangan kompetensi pekerja sosial.

“Seorang pekerja sosial tidak hanya menangani kasus, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk melakukan supervisi kepada rekan sejawat. Kompetensi ini merupakan bagian dari standar praktik profesional yang harus dimiliki, termasuk oleh lulusan Poltekesos,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Training of Trainers (ToT) yang difasilitasi oleh Save the Children untuk memperkuat sumber daya manusia penyedia layanan perlindungan anak di Timor-Leste.

Memperkuat Kapasitas Melalui Pembelajaran Berbasis Praktik

Dalam kunjungan ini, delegasi INDDICA yang terdiri dari 12 peserta berkesempatan untuk mempelajari secara langsung praktik supervisi pekerjaan sosial dalam perlindungan anak.

Melalui diskusi bersama dosen, mahasiswa, dan praktisi, peserta mendapatkan wawasan mengenai pendekatan supervisi yang diterapkan di Indonesia, sekaligus bertukar pengalaman terkait praktik di Timor-Leste.

Dalam salah satu sesi pembelajaran, Suharma selaku Direktur Poltekesos menyampaikan bahwa praktik supervisi telah menjadi bagian dari proses pendidikan sejak lama.

“Sejak awal, Poltekesos sudah mengajarkan supervisi sebagai bagian dari praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan praktik dengan pendampingan supervisor, baik secara individu maupun kelompok,” jelasnya.

Pendekatan berbasis praktik ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas peserta dalam merancang dan mengimplementasikan layanan perlindungan anak yang lebih efektif.

Mendorong Partisipasi Anak Melalui Seni Budaya

Selain kunjungan ke Poltekesos, delegasi INDDICA juga mengunjungi Saung Angklung Udjo untuk mempelajari bagaimana seni dan budaya dapat menjadi medium dalam menyampaikan suara anak dan mendorong advokasi.

Kunjungan ini memberikan perspektif bahwa pendekatan kreatif seperti seni musik tradisional dapat digunakan untuk memperkuat partisipasi anak serta menyampaikan aspirasi mereka dengan cara yang inklusif dan bermakna.

Save the Children sendiri telah lama berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo sebagai mitra dalam pelibatan anak melalui seni budaya. Kolaborasi ini mencakup berbagai kegiatan, seperti pertunjukan angklung interaktif, pagelaran seni Panca Sora, hingga puncak kampanye nasional Aksi Generasi Iklim 2025.

Melalui kolaborasi ini, seni tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga ruang bagi anak untuk menyuarakan pandangan mereka terhadap isu-isu yang mempengaruhi kehidupan mereka, termasuk perubahan iklim.

Komitmen Save the Children Indonesia dan INDDICA untuk Perlindungan Anak

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas negara antara lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil.

Pertukaran pengalaman antara INDDICA dan berbagai mitra di Indonesia diharapkan dapat mendorong keberkelanjutan dalam perlindungan anak.

Melalui rangkaian kegiatan ini, INDDICA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan kapasitas, advokasi kebijakan, dan pendekatan berbasis komunitas.

Sementara itu, Save the Children Indonesia bersama mitra terus berkomitmen untuk mendukung kolaborasi lintas sektor dan lintas negara dalam memastikan setiap anak dapat tumbuh, terlindungi, dan didengar suaranya.

Scroll to Top