Pada tanggal 23 April 2026, Save the Children menerima kunjungan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menyuarakan isu-isu anak di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mendorong peran media dalam meningkatkan kesadaran publik serta memperluas dampak upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Ketua Dewan Pembina Save the Children Indonesia, Daniel Rembeth, menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga ruang publik yang dapat membentuk kesadaran masyarakat dan mendorong perubahan kebijakan.
“Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga ruang publik yang membentuk kesadaran, mempengaruhi arah kebijakan, dan mendorong akuntabilitas,” ujar Daniel Rembeth.
Ia juga menegaskan komitmen Save the Children Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan yang lebih baik bagi anak.
“Kami berharap kemitraan ini dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam konteks peliputan, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengangkat suara anak, memperluas dampak, dan memastikan bahwa kepentingan terbaik anak senantiasa menjadi prioritas dalam setiap keputusan,” tambahnya.
Perjalanan 50 Tahun Save the Children Indonesia dan Tantangan ke Depan
Tahun ini, Save the Children Indonesia menandai 50 tahun kiprahnya di Indonesia. Selama lima dekade, organisasi ini telah berkontribusi dalam berbagai program yang berfokus pada pendidikan, perlindungan anak, kesehatan, serta respons kemanusiaan.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menegaskan bahwa perjalanan ini tidak hanya tentang capaian, tetapi juga tentang komitmen dan dampak yang terus hidup untuk anak-anak Indonesia.
“Lima dekade perjalanan ini adalah tentang komitmen yang terus hidup untuk hadir bagi anak-anak, untuk mendengarkan mereka, dan untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Namun, dampak tidak berhenti pada apa yang kami lakukan. Dampak menjadi lebih kuat ketika kisah-kisah ini sampai kepada masyarakat luas menginspirasi, menggerakkan, dan menumbuhkan kepedulian” ujarnya.
Media sebagai Pemberi Dampak yang Lebih Luas
Melalui pendekatan Media for Impact, Save the Children Indonesia mendorong keterlibatan media dalam:
- Menyuarakan hak-hak anak,
- Membangun keberpihakan publik terhadap isu anak, dan
- Mendorong perubahan nyata bagi kehidupan anak-anak.
Selain itu, Save the Children Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat kapasitas jurnalis melalui berbagai inisiatif, seperti diskusi isu anak, pelatihan jurnalisme ramah anak, serta penyediaan data dan narasumber terkait situasi anak di Indonesia.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung pemberitaan yang lebih berkualitas, akurat, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.