Semarang, 8 Mei 2025. Di tengah masih tingginya angka pengangguran usia muda di Indonesia, Save the Children Indonesia menggelar Job Fair yang dirangkaikan dalam Pameran Kain Tradisional Nusantara 2025 di Semarang. Menghadirkan 17 perusahaan dan berbagai pelatihan kerja praktis, kegiatan ini menjadi jembatan nyata bagi generasi muda dalam memasuki dunia kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada berita resmi statistik berjudul “Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2025”, menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 4,76% atau setara dengan 7,28 juta orang. Dan menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menempati urutan pertama sebesar 8% diikuti dengan Sekolah Menengat Atas (SMA) sebesar 6,35%. Kondisi ini menunjukkan bahwa transisi dari pendidikan ke dunia kerja masih menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang muda di Indonesia.
“Di tengah semakin ketatnya persaingan kerja, banyak orang muda terutama lulusan baru yang kesulitan menembus dunia kerja karena kurangnya pengalaman dan akses. Melalui job fair hari ini, Save the Children Indonesia hadir untuk mejembatani kesenjangan tersebut. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga percaya diri menghadapi dunia kerja yang dinamis”, jelas Evie Woro Yulianti, Program Manager Skills to Succeed, Save the Children Indonesia.
Job fair ini bukan hanya ajang mencari pekerjaan, tetapi juga ruang belajar langsung dari para praktisi dunia kerja. Bagi banyak orang muda, terutama lulusan baru, kesempatan untuk bertemu langsung dengan HRD, menanyakan proses rekrutmen, hingga memahami kebutuhan industri adalah pengalaman yang berharga. Melalui interaksi ini, mereka bisa melihat bahwa kesiapan kerja tidak hanya soal ijazah, tapi juga tentang sikap, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar. Kegiatan seperti ini penting untuk membangun jembatan yang konkret antara pendidikan dan pekerjaan—sesuatu yang selama ini seringkali terputus.
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kegiatan ini juga menyediakan coaching clinic intensif yang mencakup peninjauan CV, pembuatan surat lamaran, strategi wawancara kerja, hingga konsultasi karier bersama tim HRD Save the Children Indonesia. Sebuah sesi talkshow turut digelar, menghadirkan Nur Hidayah—Manajer HRD PT. Nusantara Building Industri dan Ketua Forum HRD Provinsi Jawa Tengah—yang membedah langsung kriteria seleksi bagi lulusan SMK.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Skills to Succeed, yaitu program kesiapan kerja yang dijalankan oleh Save the Children dan telah berjalan sejak 2014 di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dan kini diperluas ke Jawa Tengah. Di Semarang, program ini menggandeng delapan sekolah SMK/SMA, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1.
Menyiapkan generasi muda untuk dunia kerja adalah langkah penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Save the Children Indonesia mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan kesempatan kerja yang setara bagi generasi muda. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, Industri dan Dunia Kerja (IDUKA), kita dapat memuka pintu peluang yang lebih luas dan memastikan bahwa setiap orang muda, tanpa terkecuali, siap berkontribusi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Selesai.
Tentang Save the Children Indonesia
Di tengah masih tingginya angka pengangguran usia muda di Indonesia, Save the Children Indonesia menggelar Job Fair yang dirangkaikan dalam Pameran Kain Tradisional Nusantara 2025 di Semarang. Menghadirkan 17 perusahaan dan berbagai pelatihan kerja praktis, kegiatan ini menjadi jembatan nyata bagi generasi muda dalam memasuki dunia kerja.