Delsilia (23) dan suaminya adalah pasangan muda di Waikabubak, Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia sadar bahwa kota yang ia tinggali memiliki alam yang indah dan potensi pariwisata yang tinggi. Ia melamar pekerjaan di beberapa hotel, tetapi tidak berhasil mendapatkannya.
Merasa gagal, Delsilia dan suami mempertimbangkan untuk merantau ke Kalimantan untuk mencoba peruntungan. Setelah berdiskusi, saudaranya tidak setuju dan menyarankan Delsilia untuk belajar menjahit dan membeli mesin jahit. Ia kemudian meminta tolong ayahnya untuk membelikannya mesin jahit. Pada waktu itu ayahnya punya pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.

Hari demi hari, Delsilia mempertajam ketrampilannya. Sampai pada suatu hari, dia menerima pesanan untuk menjahit sarung. Setelah beberapa bulan, usahanya perlahan mulai berjalan. Kemudian diiaa mendengar tentang program Youth Education & Employability (YEE) dari Save the Children. Program ini menyediakan bantuan modal usaha dan pelatihan kewirausahaan untuk orang muda. Awalnya, ia ragu saat mendaftar karena usianya. Namun pada akhirnya, dia terpilih dan mengikuti program tersebut.
“Waktu itu, saya berharap terpilih, tetapi saya pikir usia saya (saat mendaftar Program YEE) mungkin bisa jadi masalah. Ternyata, nama Delsilia muncul dan dengan dana (bantuan modal usaha) itu, saya bisa membeli mesin obras,” kata Delsilia.
Rangkaian pelatihan dalam program YEE sangat berkesan bagi Delsilia. Selain menerima bantuan modal usaha, ia juga merasa dikuatkan oleh sesi-sesi pelatihan itu. Ia menjadi lebih yakin untuk tetap maju melangkah dalam usahanya apapun tantangannya.
Salah satu sesi itu bicara tentang kesadaran diri (self-awareness). Sesi ini membuat dia merasa termotivasi. Ia menyadari bahwa ia telah memulai usaha menjahit ini betul-betul dengan kerja keras. Ketrampilannya masih minimal waktu itu. Tantangan utama yang dia hadapi adalah keberanian untuk tetap melangkah dan belajar. Ia mengakui terkadang ia ragu dan takut.
Delsilia bercerita bahwa saat memulai usaha menjahit, dia hanya belajar dalam dua hari. Ia merasa tidak tahu apa-apa. Ia juga takut memotong kain dan tidak tahu jenis kain. Ia meragukan dirinya yang telah mengambil pilihan usaha ini. Ia sangat takut membuat kesalahan.
“Saat pertama membuka usaha menjahit, saya sering menangis sendirian di kamar. Saya bertanya-tanya apa saya bisa menjalankan usaha ini? Tapi ketika mendapat pelatihan self-awareness, saya langsung termotivasi. Itu kenapa saya tidak menyerah. Saya semangat lagi,” ungkap Delsilia.
Setelah ia berhasil mengatasi keraguannya, kabar tentang Delsilia yang bisa menjahit tersebar. Dia tidak lagi hanya menjahit sarung, tetapi juga berhasil menjahit rompi. Kini, semakin banyak warga datang untuk memesan jahitan.
Kerja keras itu terbayar. Delsilia yang sebelumnya tak punya tabungan, sekarang berhasil menyisihkan sekitar Rp11 juta dalam waktu empat bulan. Ia berencana untuk membangun rumahnya sendiri. Ia tidak lagi berpikir untuk merantau ke Kalimantan. Ia dan suaminya kini bertekad untuk membangun kehidupan di desa mereka. Delsilia berharap ia dapat terus mengembangkan ketrampilan sehingga bsa menerima pesanan pakaian dan gaun, tidak hanya sarung atau rompi saja.
Program Youth Education and Employability (YEE) telah membantu Delsilia dan 102 orang muda lain di Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk mengembangkan usaha dengan bantuan modal dan pelatihan. Sektor usaha yang telah didukung meliputi pertanian, peternakan, perikanan, perbengkelan, produksi dan penjualan makanan, pertokoan, dan cukur rambut. Selain itu, program ini juga telah meningkatkan kesadaran tentang kewirausahaan bagi lebih dari 2.000 orang muda di Sumba.
Di Nusa Tenggara Timur, sekitar 30% penduduk usia produktif adalah pekerja harian di sektor pertanian dan non-pertanian, atau wirausaha. Mereka yang bekerja di sektor pertanian memiliki pendapatan bersih bulanan relatif kecil, yaitu rata-rata Rp 584.525. Save the Children menginisiasi program YEE untuk membantu orang muda meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan supaya bisa memperoleh pekerjaan yang layak atau menjalankan bisnis kecil. Program ini dijalankan pada tahun 2022 bersama Stimulant Institute dengan dukungan American Express.