Berita

Belajar Menulis dan Membuat Ilustrasi Cerita bersama Komunitas Anak Penulis Sumba

Menulis adalah cara mengekspresikan perasaan dan pemikiran. Pada usia anak dan remaja, kemampuan literasi dapat meningkat dengan menulis. Namun di Sumba, tidak semua anak punya kesempatan untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Ini dikarenakan sebagian besar orang dewasa di Sumba menganggap bahwa anak belum bisa menghasilkan tulisan sendiri.

Komunitas Anak Penulis Sumba atau KAPS pun dibentuk Save the Children, bekerja sama dengan mitra lokal Stimulant Insitute di Sumba Barat dan Yayasan Wahana Komunikasi Wanita (YWKW) di Sumba Tengah. Tujuannya untuk memanfaatkan waktu luang anak dengan kegiatan bermanfaat. Kedua, mewadahi potensi menulis anak Sumba untuk menghasilkan desain buku cerita anak dengan konteks lokal, demi mendukung ketersediaan buku-buku cerita anak Sumba.

Anak-anak Sumba mendapatkan sertifikat pelatihan menulis

Sebanyak 60 anak tergabung dalam KAPS di kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah. Mereka diberikan pelatihan menulis dan membuat ilustrasi cerita pada kegiatan yang diselenggarakan tanggal 27-28 April 2023 di Sumba Barat dan 4-5 Mei 2023 di Sumba Tengah.

Saat ini anggota KAPS terdiri dari anak usia SD, SMP, dan SMA/SMK. Pola kegiatan KAPS melatih kemampuan menulis anak usia SD dan SMP, dengan menuliskan ulang cerita pengalaman dan cerita rakyat Sumba yang mereka dengarkan dari orang tua di rumah. Selanjutnya, berdasarkan cerita tersebut, anak usia SMA/SMK membuat desain ilustrasi gambar dan cerita dalam bentuk buku cerita dan E-book.

Harapannya ke depan, penulis anak dan desain ilustrasi buku oleh anak-anak KAPS dapat diterima oleh penerbit buku untuk dipublikasi secara luas, sehingga memperkaya khazanah buku cerita anak lokal di Sumba maupun Indonesia.

Salah seorang anak KAPS menunjukkan hasil ilustrasi digitalnya.

Anak-anak peserta pelatihan difasilitasi perangkat genggam untuk praktik langsung membuat ilustrasi cerita. Destiani (16), salah seorang peserta pelatihan, memilih menggambar ilustrasi Rumah Adat Sumba sesuai cerita yang ditulisnya. Dalam kegiatan ini, Tito (13), pertama kalinya mendapatkan pelatihan untuk bakat menulisnya.

“Bisa belajar lebih banyak lagi tentang menulis cerita dan puisi. Semoga KAPS terus berkembang hingga dapat menciptakan anak-anak penulis Sumba yang hebat,” ucap Tito.

Diana Timor, penulis buku dari Sumba, sebagai pemateri mengajak anak-anak mengasah kreativitasnya melalui observasi lingkungan sekitar, untuk menjadikannya inspirasi tulisan. Selain itu, anak-anak juga diajarkan teknik menulis buku dan membangun alur cerita yang menarik bagi pembaca.

“Saya bisa belajar menulis dan tahu bagaimana menulis cerpen, puisi, dan cerita. Saya harap tulisan yang kita tulis bisa diterbitkan dan buku-buku tersebut bisa ada di setiap sekolah,” ucap Mona (14).

Selain meningkatkan kemampuan literasi, kegiatan ini diharap dapat memberi ruang aman dan nyaman bagi perkembangan anak, sekaligus memaksimalkan potensi anak di bidang literasi. Buku-buku cerita anak juga diharapkan menambahkan kekayaan bahan baca anak-anak di sekolah, apalagi isinya lekat dengan budaya sekitar.

Anak-anak mempresentasikan hasil sketsa desain mereka.
Scroll to Top