Tanpa mengenakan alas kaki, mbah Sarikem (92) dituntun oleh Aron Daan Damara (20) menuju meja vaksin. Ia sudah terbiasa bepergian tanpa alas kaki, mengenakan alas kaki mungkin hal yang kurang nyaman baginya.
Sebelumnya, rekan Aron menjemput Sarikem dengan motor di rumahnya. Sehari-hari Sarikem hanya tinggal berdua bersama anak perempuannya. Anaknya ini sudah berusia lanjut, sudah 70 tahun, jadi tidak bisa mengantarnya ke lokasi vaksin.
Walau sudah diberi aba-aba, Sarikem masih kaget saat petugas vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 ke lengan tangannya. Sarikem sama sekali belum pernah divaksin meski pandemi sudah berjalan lebih dari dua tahun. Bahkan seumur hidup, ini adalah pengalaman pertamanya disuntik.
“Ternyata enak ya disuntik,” ungkap Sarikem seraya tertawa.

Pagi itu, puluhan lansia termasuk Sarikem berhasil mendapat vaksin COVID-19. Meyakinkan para lansia agar mau divaksin bukan hal yang mudah. Sarikem dan beberapa lansia lainnya semula tak mau divaksin. Alasannya beragam, ada yang merasa takut, ada pula yang menganggap vaksin tidaklah penting. Tiga hari Aron dan rekan-rekannya harus berkunjung dari rumah ke rumah untuk mengajak dan membujuk mereka agar bersedia divaksin.
“Meski sempat ada penolakan, tapi kita tetap berusaha menjelaskan jika vaksin itu penting untuk mereka. Setelah kita jelaskan mereka akhirnya mau menerima, kemudian kita tawarkan untuk mengantar jemput mereka ke lokasi vaksin jika tidak ada yang mengantar,” ungkap Aron yang merupakan ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Desa Ngargotirto.
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah kegiatan yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memberikan layanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga.
Pada 21 Januari 2023 lalu, program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children dan Migrant Care, berkolaborasi dengan Puskesmas Sumberlawang, pemerintah desa, dan PIK-R Ngargotirto, mengadakan vaksinasi COVID-19 inklusif di Dusun Alas Kobong, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, untuk mendekatkan layanan dan meningkatkan cakupan vaksinasi lansia di sana.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut berhasil menjangkau 79 warga yang hampir 90 persennya adalah lansia. Keberhasilan ini tak lepas dari peran Aron dan rekan-rekannya di PIK-R yang saling bahu membahu dan berbagi peran untuk mengajak para lansia dan warga di desanya agar mau divaksin.
Walaupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dicabut pemerintah, Aron berharap agar kesadaran warga terkait pentingnya vaksin tidak berkurang. Apalagi, meski pandemi dianggap sudah reda, namun ancaman COVID-19 masih ada dan nyata.
“Harapan saya, kesadaran warga untuk vaksin itu bisa lebih meningkat lagi, dan kaum muda seperti saya, khususnya di Sumberlawang, itu bisa lebih peduli akan pentingnya vaksin pada lansia dan kelompok rentan lainnya,” ungkap Aron.