JAKARTA – Save the Children bersama seluruh mitra kerja di Indonesia mengadakan Konferensi Kemitraan Tahunan, dengan tema Kolaborasi Inklusif dan Berkelanjutan untuk Pemenuhan Hak-Hak Anak Indonesia. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kerja yang sudah dilakukan setahun terakhir, sekaligus berdiskusi saling bertukar gagasan dalam merencanakan kerja untuk satu tahun ke depan.
Acara yang berlangsung di Jakarta selama 2 hari ini menghadirkan berbagai mitra kerja Save the Children dari beragam daerah. Para mitra ini sudah bekerja sama dari 3 hingga 5 tahun terakhir, dalam segala bentuk implementasi program perwujudan hak-hak anak. Beberapa yang hadir yakni IBU Foundation, Sulawesi Community Foundation, Perkumpulan Wallacea, CIS Timor, Celosia, RRI Pro 3, LPBI NU Jabar, Stimulant Sumba, LPP Bone, Gapemasda, Migrant Care, Wajo Foundation, JALIN, PULIH, YLBHI, PKBI DIY, Tifa Foundation, dan YWKY Sumba.

“Ada banyak hal yang perlu kita sinergikan (antara mitra dengan Save the Children). Hal-hal tersebut tentu berkaitan dengan kerja kita di lapangan dalam memenuhi hak-hak anak Indonesia. Menyamakan persepsi juga jadi satu agenda penting,” jelas Haris D., CIS Timor.
Beberapa pihak di luar mitra juga turut hadir. Sehingga, sudut pandang yang berbeda dan beragam masukan untuk Save the Children juga turut muncul dalam diskusi tahunan ini, serta agar rencana kerja program yang akan dibuat kebermanfaatannya dapat dirasakan maksimal oleh anak Indonesia.
“Sebab jangan sampai apa yang kita kerjakan untuk anak-anak ini hanya sekadar sebuah bentuk reaksi singkat atas permasalahan yang muncul. Kita perlu menyelami lebih dalam masalahnya, untuk kemudian naik lagi ke permukaan dengan segala solusi tepat,” jelas Alissa Wahid, Direktur Nasional Jaringan Gusdurian.

Selain Alissa, hadir pula Budiman Sudjatmiko; Yanuar Nugroho – Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs; Ajar Budi Kuncoro – Staf Khusus Menteri Koordinator Polhukam; serta Sunarman Sukamto – Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden.
Tak hanya untuk saling bertukar gagasan, kegiatan ini juga menghadirkan orang muda yang merupakan penerima manfaat bimbingan program Save the Children. Yakni dari Sekolah Cerdas Iklim (SEKOCI), Children Youth Advisory Network (CYAN), Sumba Cendekia, serta para tim dari Program Youth-led Innovation Lab.
Para orang muda ini saling ‘unjuk gigi’ serta berbagi informasi tentang kerja yang telah mereka buat selama aktif dalam program-program Save the Children. Selain memperlihatkannya melalui booth dan instalasi, mereka juga melakukan pitching di hadapan para mitra serta tamu undangan.
“Ke depan harus ada shift of power. Kerja sama yang terjadi dengan mitra harus benar-benar inklusif, jangan hanya dari satu sisi (Save the Children) untuk gagasannya. Maka akan ada lebih banyak lagi pelatihan dan pendampingan kepada mitra, agar terus menghasilkan kinerja baik dalam pemenuhan hak-hak anak,” jelas Erwin Simangunsong, Chief of Program Operation Save the Children Indonesia.
