Cerita Program

Save the Children Dukung Pembelajaran Darurat Pascagempa Cianjur

Save the Children terus bergerak mewujudkan pemulihan Cianjur sebagai respons dari bencana akibat gempa bumi 22 November 2022. Untuk sektor pendidikan, Save the Children akan mendistribusikan tujuh tenda tempat belajar darurat serta 750 paket kembali ke sekolah untuk siswa. Dua tenda telah dipasang di satu SD dan satu SMP.

Bantuan ini secara simbolik diserahkan langsung oleh Ketua Tim Respons Humanitarian Save the Children di Cianjur, Fadli Usman, kepada Kepala Disdikpora Cianjur Akib Ibrahim pada Jumat, 2 Desember 2022. Selain itu, Save the Children juga memberikan dukungan psikososial untuk guru dan siswa serta melatih guru supaya dapat menberikan dukungan serupa.

Save the Children memiliki perhatian besar bagi pendidikan anak-anak di situasi darurat, seperti pascagempa di Cianjur ini. Kami mendorong pelaksanaan pendidikan aman bencana bagi anak-anak dan tenaga pengajar,” sebut Fadli Usman.

Lebih lanjut, dijelaskan Fadli, program bantuan ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama anak-anak. Apalagi dalam menjalankan program di situasi tanggap darurat, zero learning loss atau anak-anak tidak kehilangan jam belajar saat bencana menjadi prinsip sekaligus tujuan utama.

“Meski dalam situasi darurat bencana, kami terus berkomitmen mewujudkan pendidikan yang tetap aman. Zero injuries dan zero fatalities, di mana tidak anak yang terluka atau bahkan meninggal karena bencana saat kegiatan belajar di sekolah. Program kami dijalankan untuk mewujudkan ha-hal tersebut,” jelas Fadli.

Akib Ibrahim mendukung penuh program bantuan yang diberikan Save the Children baik secara materiil dalam bentuk tenda ataupun pendampingan psikologis. Pasalnya, jelas Akib, selain menjadi penyemangat, bantuan juga sebaiknya digunakan sebagai titik balik menuju Cianjur yang lebih kuat setelah ditempa bencana.

Akib pun turut menyampaikan kepada para guru agar dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan secara maksimal.

“Para guru mohon manfaatkan kesempatan ini untuk belajar. Lalu, tularkan ilmu (yang didapat dari pelatihan psikososial) kepada anak-anak supaya mereka tetap semangat melanjutkan pembelajaran,” jelas Akib.

Ke depan, Disdikpora Cianjur akan menjalankan empat tahapan pemulihan, yakni tanggap darurat dan evaluasi kondisi pascagempa, memperbaiki fasilitas pembelajaran, mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran kegiatan yang tertunda, dan terakhir melaksanakan pembelajaran secara efektif pada pekan ketiga bulan Desember.

“Kita bangkit, pendidikan Cianjur semakin baik,” sebut Akib.

Sebelumnya, tim Humanitarian Save the Children telah melakukan asesmen sejak Selasa, 22 November. Asesmen dilakukan di lima lokasi, yakni di Kecamatan Warungkondang, Cugenang, Cianjur, Cipanas, dan Pacet.

Hingga Jumat, 2 Desember, Save the Children bersama LPBI NU dan PMI sebagai mitra respons darurat telah berhasil memberikan bantuan kepada 3.035 anak-anak dan 3.183 orang dewasa melalui berbagai bantuan, seperti dukungan psikososial, paket kebersihan anak dan keluarga, shelter kit (terpal), air bersih, tenda sekolah darurat, dan paket kembali ke sekolah. •

Scroll to Top