
Tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia. Save the Children berpartisipasi dalam perayaan HCTPS 2022 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Perayaan ini diadakan di Jakarta pada Senin, 17 Oktober 2022 dan disiarkan secara daring di kanal YouTube Kemenkes dan Direktorat Penyehatan Lingkungan. Acara ini turut dihadiri oleh istri Wakil Presiden RI Wury Estu Handayani, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes Ida Budi G Sadikin, serta Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Tri Tito Karnavian.
Tema HCTPS Tahun 2022 adalah “Unite for Universal Hand Hygiene”. Untuk Indonesia, Kemenkes RI memilih subtema “Peran Perempuan Berdaya dalam Penurunan Stunting melalui Gerakan Serentak (Gertak) CTPS dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)”.
“Cuci tangan pakai sabun dan sanitasi total berbasis masyarakat itu penting untuk kita implementasikan karena bisa mencegah infeksi dan itu akan menurunkan angka kematian anak,” kata Menteri Kesehatan saat membuka acara.
Dalam perayaan ini, terdapat tiga sesi gelar wicara atau talk show. Perwakilan tim Save the Children Indonesia menjadi salah satu narasumber dalam sesi kedua. Topik wicara adalah “Peran Mitra Pembangunan dan Swasta dalam Percepatan CTPS dan Lima Pilar STBM”.

Humanitarian Health & Nutrition Advisor Save the Children Indonesia, dr. Firda Dewi Yani, bercerita bahwa Save the Children telah berkontribusi dalam kampanye perilaku CTPS yang benar melalui berbagai program, baik dalam situasi normal maupun darurat bencana. Dalam situasi darurat, banyak sarana sanitasi menjadi tidak berfungsi. Save the Children bekerja untuk memulihkan kembali sarana tersebut supaya bisa digunakan kembali.
“Bukan hanya tersedia kembali, tetapi kita juga memastikan sarana tersesbut bisa diakses dengan aman dan ramah disabilitas. Jadi kita ingin memastikan ada inklusivitas di sarana yang kita sediakan,” kata Firda.
“Kita juga memastikan bahwa perubahan perilaku terjadi. Jadi kita bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan anak-anak juga. Anak-anak itu punya kemampuan untuk menjadi agen perubahan untuk teman sebaya atau keluarga,” sambung Firda.
Lebih lanjut, Firda menjelaskan bahwa Save the Children menekankan empat pilar dalam kampanye perubahan perilaku. Pilar-pilar ini meliputi penyadaran masyarakat, peningkatan komitmen, penguatan, serta penghargaan atau apresiasi supaya perubahan perilaku bisa berkelanjutan.
“Kami percaya, cuci tangan pakai sabun merupakan perilaku sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Jadi memang kita pengin menularkan CTPS atau perilaku CTPS seluas mungkin,” ungkap Firda.
Pada Agustus 2022 lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan Kampanye Sekolah Sehat sebagai bagian dari Program Revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Save the Children terlibat dalam kampanye ini dan ikut menerapkan empat poin utama kampanye.
Adapun empat poin penting ini adalah pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, pembiasaan konsumsi makanan sehat, peningkatan aktivitas fisik anak secara rutin, serta menciptakan lingkungan sekolah sehat dan kondusif.
“Kami memiliki visi bahwa anak-anak punya hak untuk hidup, belajar, dan dilindungi. CTPS merupakan perilaku sederhana tapi berdampak luar biasa. Kalau mereka sakit, mereka tidak bisa belajar dan bertahan,” ungkap Firda. •