5 Cara Seru Ajari Si Kecil Menghemat Air

Bermain adalah dunia anak-anak yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Bermain dapat menjadi sarana anak untuk menyalurkan emosinya. Selain itu, mood anak bisa menjadi lebih ceria karena adanya interaksi dan aktivitas fisik yang intens di sana. Anak juga bisa belajar menyelesaikan masalah, mengendalikan kontrol tubuh, dan menyerap pengetahuan.

Bermain air mungkin jadi salah satu permainan favorit Anda bersama anak. Mulai dari berenang, membantu cuci piring, bermain pistol air, berendam di air, menyiram tanaman, atau sekadar mencipratkan air dari keran. Namun tahukah Sahabat jika ketersediaan air di bumi semakin menipis, sehingga kita harus menghemat air? 

Bumi kita 70 persennya tertutupi oleh air, namun hanya 3 persennya yang merupakan air tawar. Sebanyak 3 persen air tersebut digunakan oleh seluruh makhluk hidup di Bumi. Bayangkan, sebanyak penduduk bumi harus berebutan menggunakan 3 persen air bersih ini. Tak hanya manusia, namun juga hewan dan tumbuhan. 

Kenaikan populasi berpengaruh sangat besar terhadap ketersediaan air bersih. Misalkan di suatu tempat terdapat danau, pada mulanya hanya ada 100 orang yang hidup dari air danau tersebut. Lalu naiklah angka kelahiran, hingga bertahun-tahun setelahnya ada 100 ribu orang. 

Air danau yang dulunya dapat memenuhi kebutuhan populasi, sekarang telah surut sehingga manusia mulai kekurangan air bersih. Semakin banyak manusia, semakin banyak juga air yang dibutuhkan, sedangkan sumber air bersih tidak bertambah mengakibatkan terjadinya krisis air bersih.

Krisis air bersih adalah dampak dari krisis iklim dunia. Hal ini berpengaruh pada cuaca yang terus berubah-ubah, yang tadinya panas terik berubah menjadi hujan deras, maupun sebaliknya. Sahabat pasti sering mengalaminya akhir-akhir ini, bukan? Sangat disayangkan, ternyata krisis iklim dunia ini bisa jadi masalah serius lho untuk anak-anak kita. Save the Children turut berpartisipasi dengan menginisiasi gerakan Aksi Generasi Iklim sebagai wadah bagi anak-anak memberikan suara mereka dalam solusi menghadapi krisis iklim. 

Kalau krisis air dan krisis iklim ini nggak segera ditangani, menurut prediksi para ahli, pada tahun 2030 akan ada sebanyak satu miliar jiwa di bumi yang kesulitan air lho. Tentunya, kita tidak ingin hal buruk itu terjadi, bukan? Sebagai orang tua, kita ingin generasi penerus bisa hidup nyaman di Bumi tercinta ini.

Sembari bermain bersama anak, yuk kita ajarkan anak-anak kita untuk menghemat air. Langkah mudah untuk menjaga lingkungan, berikut lima cara seru ajari si kecil menghemat air saat krisis iklim:

  1. Selalu ingatkan si kecil untuk mematikan keran jika tidak menggunakannya. Sahabat bisa mempraktikkan cara ini saat si kecil pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, buang air besar, menggosok gigi, mandi, cuci tangan atau aktivitas yang lain. Saat sikat gigi, sebaiknya gunakan gelas kumur daripada membiarkan air keran mengalir terus ketika si kecil membersihkan mulutnya. Kemudian, pastikan keran air selalu ditutup rapat sehingga tidak ada air yang menetes. Selain mengingatkan anak, Sahabat sendiri juga perlu menjadi contoh yang baik di rumah. Ketika mencuci piring atau pakaian, jangan ditinggal dalam keadaan air masih menyala. Selalu tutup keran kalau tidak sedang digunakan. Sebab, semakin banyak air yang mengalir, otomatis semakin banyak air yang terbuang.
  2. Memanfaatkan air bekas untuk hal tertentu. Contohnya ketika si kecil membantu Sahabat memasak dengan membersihkan sayur dan buah-buahan. Air untuk membersihkan sayur dan buah-buahan itu kemudian ditampung di sebuah tempat. Minta si kecil agar menggunakan air bekas itu untuk menyiram tanaman sehingga lebih bermanfaat.
  3. Mengedukasi anak melalui buku bacaan bertema lingkungan. Hal ini membuat si kecil bisa mendapatkan pesan moral dari tokoh yang ada di dalam cerita dan mendorongnya untuk membangun karakter yang lebih positif. Ajak anak menonton tayangan soal alam atau ajak bermain ke lingkungan yang asri. Beri tahu si kecil bahwa sudah banyak daerah-daerah yang kekeringan atau kekurangan air bersih. Dengan begitu, anak akan jadi lebih peka dan peduli terhadap air.
  4. Tidak mandi berlama-lama. Aktivitas main air dan mandi lama bisa menghabiskan sekitar 40 galon air. Sementara kalau anak mandi tidak lebih dari 10 menit, anak bisa menghemat air hingga 20 galon saja. Sahabat bisa membiasakan si kecil mandi dengan gayung atau shower. Ini karena mandi berendam bisa menghabiskan sampai 70 galon air. Kalau anak-anak memang suka main air, Sahabat bisa mengajak si kecil berenang atau pergi ke pantai. Ini akan menyadarkan si kecil kapan harus hemat air dan kapan boleh main air.
  5. Tips kelima, Sahabat bisa menjadi contoh untuk anak Anda sendiri. Ketika Sahabat berusaha melatih si kecil untuk berhemat dalam penggunaan air, maka Anda pun harus melakukan hal yang sama, agar si kecil bisa meniru kebiasaan baik itu di masa-masa mendatang.
Scroll to Top